Berita Kaltara Terkini

BPS Kaltara Catat Inflasi Bulanan 1,04 Persen, Slamet Romelan Singgung Harga Tiket Pesawat Tinggi

BPS Kaltara catat inflasi bulanan 1,04 persen, Kepala BPS Kaltara Slamet Romelan singgung harga tiket pesawat tinggi: Bahkan dalam posisi tertinggi.

TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Penumpang saat hendak menaiki pesawat Wings Air di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor. BPS Kaltara mengungkapkan kelompok pengeluaran transportasi memiliki andil besar dalam inflasi bulan September 2022 di Kaltara.  

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - BPS Kaltara mengungkapkan Kaltara kembali mengalami inflasi sebesar 1,04 persen di bulan September 2022.

Sebelumnya BPS Kaltara mencatat, Kaltara mengalami deflasi sebesar -0,58 persen pada Agustus lalu.

Dari sejumlah kelompok pengeluaran, kelompok pengeluaran transportasi memberikan andil besar dalam inflasi, yakni sebesar 8,10 persen.

Plt Kepala BPS Kaltara, Slamet Romelan, mengatakan, besarnya andil kelompok transportasi dalam inflasi tak terlepas dari kenaikan harga tiket pesawat.

Baca juga: Wujudkan Pemilihan Umum Berintegritas, Bawaslu Kaltara Dorong Masyarakat Awasi Jalannya Pemilu 2024

"Transportasi ini tidak hanya darat dan laut, tapi juga udara yang sumbangannya cukup besar," kata Slamet Romelan, Senin (3/10/2022).

"Khusus untuk tiket pesawat memang ada kenaikan harga, bahkan dalam posisi tertinggi," ungkapnya.

Slamet menjelaskan, dibandingkan Agustus tahun sebelumnya, kenaikan harga tiket di Kota Tanjung Selor bahkan mencapai lebih dari 100 persen.

Menurutnya, kenaikan harga itu juga ditengarai oleh belum adanya persaingan yang sehat dalam penyedia angkutan udara yang beroperasi di Kaltara.

"Dan khusus angkutan udara khusus di Tanjung Selor dari Agustus 2021 ke Agustus 2022 kenaikan harganya sebesar 114,13 persen, sementara di Tarakan hanya 56,18 persen," ujarnya.

Dengan dasar itu, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi, Panca Oktianti, mengataka besaran inflasi tahun ke tahun (year on year/YoY) dari kelompok pengeluaran transportasi di Kota Tanjung Selor lebih besar dibandingkan Tarakan.

Baca juga: Harga Udang Anjlok, APINDO Kaltara Tegaskan Tak Ada Permainan, Dampak Perang Rusia-Ukraina

Di mana angka inflasi YoY dari kelompok pengeluaran transportasi di Kota Tanjung Selor sebesar 32,59 persen YoY adapun di Tarakan hanya sebesar 26,74 persen YoY.

"Angkutan udara di Tanjung Selor memang harganya lebih tinggi dibandingkan dengan Tarakan sehingga ini yang menyebabkan porsinya lebih besar dari Tarakan," kata Panca Oktianti.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved