Opini
IKN Nusantara Nggak Bakal Sepi, tapi Ramai Nan Bersahaja (Tanggapan Atas Pernyataan Ridwan Kamil)
Dugaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kurang tepat, karena tentunya penduduk IKN bukan hanya PNS,tetapi juga non government population sudah ada.
Apalagi dulu Sepaku sudah menjadi bagian dari Kota Balikpapan dengan tergabung di Penajam (Balikpapan seberang).
Apa yang disampaikan Kang Emil ini bisa diartikan sebagai dorongan bagi semua pihak agar IKN Nusantara menjadi kota yang menarik bagi banyak pihak.
Baca juga: Pemerintah Pusat Fokus Bangun IKN Nusantara, Jangan Lupakan Daerah-daerah lain di Kaltim
Menurut Kang Emil, 10 tahun ke depan penduduk IKN Nusantara hanyalah PNS, maka kota itu akan sepi.
Tapi semua juga tahu bahwa so pasti 10 tahun ke depan bukan PNS saja.
10 Tahun ke depan itu sama dengan tahun 2032.
Jika melihat tahapan pembangunan IKN, maka 10 tahun ke depan adalah tahapan ke tiga pembangunan IKN Nusantara.
Seperti diketahui tahapan pembangunan IKN ada 5 tahap, yakni 2022-2024, 2025-2029, 2030-2035,2036-2040,2041-2045.
Jadi apa yang disampaikan Kang Emil bukan berarti bahwa IKN Nusantara akan sepi karena kenyataannya saat ini saja sudah ramai.
Kan Kang Emil cuma berandai andai.
Baca juga: Progres Pembangunan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia di IKN Nusantara
Menurut lampiran Peraturan Presiden No.63 tahun 2022 Bab VI, Penduduk IKN di tahun 2032 sebanyak lebih dari 1 juta jiwa, artinya melampau target sebagai sebuah Kota.
Apa yang disampaikan Perpres ini tentu saja bukan kajian ecek ecek atau pendapat sambil dufuk ngopi, tapi sudah dikaji oleh pakar di bidangnya.
Pada tahun 2024 saja jika Istana Presiden, Istana Wakil Presiden, Kantor Kementerian, Perumahan ASN, TNI dan Polri serta infrastruktur dasar lainnya sudah jadi, pastinya akan menarik orang orang mencari nasib di sana.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya Indonesia timur, jika ada daya tarik dari suatu daerah atau wilayah maka tentu saja mereka akan tertarik dan akan datang tanpa diundang.
Ini lazim di setiap negara.
Selama ini Kaltim banyak yang lirik karena potensi kerja dan lapangan kerja terbuka luas, hanya saja selama ini terdzalimi karena tidak imbang dengan infrastruktur.