Berita Nunukan Terkini
Kisah Haru Maria, Anak PMI Berprestasi Bidang Sains di Tawau, Sembari Belajar Masak buat Adiknya
Kisah haru Maria Veronika Plinong (12), anak Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) berasal dari Community Learning Centre atau CLL Teck Guan, Pulau Sebatik
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Kisah haru Maria Veronika Plinong (12), anak Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) berasal dari Community Learning Centre atau CLL Teck Guan, Pulau Sebatik, Malaysia.
Muris SD kelas VI yang akrab disapa Maria ini dikenal anak yang pendiam oleh gurunya.
Namun di balik sifat pendiamnya, Matia selalu kali mendapat rangking satu di kelasnya.
Bocah perempuan berdarah campuran Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur ini baru-baru ini meraih Juara I lomba sains yang digelar Konsulat RI Tawau di ajang Apresiasi Prestasi dan Seni ( APSI ) 2022 tingkat SD yang berlangsung 3-27 Oktober 2022.
Guru kelas Maria, Anjar Munawati mengatakan pada kegiatan APSI tahun lalu, murid didiknya ini meraih Juara II lomba sains tingkat SD yang diikuti 32 CLC dari 5 distrik, yakni Kalabakan, Tawau, Kunak, Semporna dan Lahad Datu.
Baca juga: Cerita 2 Anak PMI Dipulangkan dari Malaysia, Ayah Meninggal saat Dipenjara, Ibu tak Tahu Dimana
"Saya bangga sekali karena Maria luar biasa perkembangan belajarnya.
Saat lomba sains babak penyisihan, 50 soal dia selesaikan hanya 10 menit, bahkan peringkat I," kata Anjar Munawati kepada TribunKaltara.com saat ditemui di Aula Konsulat RI Tawau, Jumat (28/10/2022), pagi.
Menurut Munawati, Maria tinggal di mess perusahaan sawit bersama ayah dan adiknya yang duduk di bangku SD kelas II.
Ayahnya seorang buruh ladang kelapa sawit di Pulau Sebatik, Malaysia, sementara ibunya sebagai PMI di Taiwan.
Baca juga: Ratusan Anak PMI di Tawau Ikuti Vaksinasi Dosis Kedua, Konsulat RI Tawau: WNI Harus Dilindungi
"Ibunya sudah 3 tahun menjadi PMI di Taiwan. Jadi kalau bapaknya kerja, dia masakin adiknya walaupun hanya mie goreng dan telor saja. Sembari itu dia belajar. Dua buku pelajaran Sains yang tebal dibaca sampai selesai," ucapnya.
"Jam istirahat, teman-temanya main dia malah belajar. Mudahan anak seperti Maria ke depan bisa dapat beasiswa sampai perguruan tinggi," tambah Munawati.
Hadiah Maria buat Ayah
Anjar Munawati mengungkapkan setiap peserta didiknya meraih juara di ajang lomba, ia selalu memberikan hadiah dengan harapan dapat memotivasi semangat mereka untuk giat belajar.
"Saat Maria dapat juara II lomba sains pada APSI tahun kemarin saya minta pilih sendiri hadiahnya.
Yang buat saya nangis dia bilang gini, ibu boleh nggak saya minta sesuatu tapi bukan buat saya, tapi buat ayah saya," ujar Munawati meniru ucapan Maria saat itu sembari teteskan air mata.
Baca juga: Ratusan Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Malaysia lewat Nunukan, Kebanyakan PMI Bermasalah