Berita Kaltara Terkini
Resmi Dilantik, KAHMI Kaltara Diminta Ikut Mengambil Peran dalam Pembangunan di Daerah
Koordinator Presidium MW KAHMI Kaltara Asnawi Arbain menegaskan, pihaknya juga perlu memberikan masukan bagi pemerintah daerah.
TRIBUNKALTARA.COM – Pengurus Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (KAHMI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah dilantik pada Sabtu (5/11/2022) kemarin.
Koordinator Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tandjung hadir langsung sekaligus melantik puluhan pengurus tersebut di Gedung Gabungan Dinas Pemprov Kaltara.
Pria yang juga menjabat Ketua Komisi II DPR RI itu berpesan, agar KAHMI mengambil peran dalam pembangunan di daerah.
Menurutnya, jika sinergitas dengan pemerintah daerah terjalin, banyak hal yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Terkait peran para alumni HMI tersebut, Koordinator Presidium MW KAHMI Kaltara Asnawi Arbain menegaskan, pihaknya juga perlu memberikan masukan bagi pemerintah daerah. Salah satunya, soal kebijakan terhadap sektor pendidikan.
Menurutnya, Pemprov Kaltara mesti memberikan perhatian yang merata kepada belasan perguruan tinggi yang ada di daerah. Baik dari sisi pemberian bantuan beasiswa hingga kerjasama lainnya.
“Di usia 10 tahun Kaltara, sudah ada 17 perguruan tinggi yang terdiri dari 2 universitas, 1 institut, 7 akademi, 5 sekolah tinggi dan lain-lain.
Perguruan tinggi ini memerlukan perhatian dan bantuan dari pemerintah provinsi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TribunKaltara.com, Minggu (6/11/2022).
Baca juga: KAHMI Diharapkan Berkontribusi untuk Pembangunan Kalimantan Utara
Salah satu perguruan tinggi di Makassar, Sulawesi Selatan diketahui menjalin kerjasama dengan pemprov perihal kuota beasiswa. Menurut Asnawi, langkah tersebut perlu didukung, namun pemprov juga harus memperhatikan perguruan tinggi yang ada di Kaltara.
“MW KAHMI memberikan apresiasi atas beasiswa yang diberikan kepada UPA (Universitas Patria Artha), sebagai kebijakan khusus.
Alangkah baiknya kebijakan serupa juga diberikan kepada 17 perguruan tinggi yang ada di Kaltara itu secara merata dan proporsional,” tuturnya.
Sektor pendidikan dinilai penting untuk jadi atensi semua pihak. Asnawi juga menyinggung penganggaran beasiswa yang menurutnya perlu ditambah.
Pasalnya, berdasarkan ketentuan undang-undang, APBN dan APBD diwajibkan untuk mengalokasikan 20 persen di sektor pendidikan.
“Kami juga mendorong anggaran beasiswa untuk ditingkatkan, karena tahun ini anggaran beasiswa itu hanya Rp15 miliar. Padahal di Kaltara ini pernah mencapai di angka Rp25 miliar.
Beasiswa ini penting karena merupakan bantuan stimulan yang bersifat langsung dirasakan manfaatnya oleh adik-adik kita yang kuliah dan bersekolah,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/pelantikan-kahmi-kaltara.jpg)