Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Anggaran Terbatas, Jadi Penyebab Subsidi Pupuk dan Alokasi Komoditass Dikurangi

Ada kebijakan terbaru dari pemerintah saat ini diberlakukan jenis pupuk yang disubdisi. ini berkaitan dengan keluhan petani yang sulit dapat pupuk.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Muhammad Yusri, SFF Wilayah Timur PT Pupuk Indonesia. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pemerintah belum lama ini mengeluarkan kebijakan terbaru mengenai pengurangan jenis pupuk dan jumlah pupuk yang disubsidi.

Dari total lima jenis pupuk yang sempat disubsidi yakni pupuk urea, NPK, SP35 dan organik, saat ini hanya tersisa dua jenis yang disubsidi yakni pupuk urea dan NPK.

Ini disampaikan Muhammad Yusri, SFF Wilayah Timur PT Pupuk Indonesia. Yusri melanjutkan, selain jenis pupuk, dari sebelumnya ada 70 komodit yang diperuntukan untuk subsidi kini berkurang tinggal 9 komoditi tanapman pangan yang bisa disubsidi melalui pemberian pupuk urea dan NPK.

Baca juga: Hanya 10 Komoditas Pertanian dan Perkebunan yang Bisa Dapat Pupuk Susbsidi, Begini Alasannya

“Sembilan komoditi tanaman pangan itu ada padi, jagung, kedelai, kemudian cabai merah, bawang merah, bawang putih, perkebunan tinggal kakao, kopi dan tebu rakyat. Artinya yang tadinya petani petani holtikultura yang dapat subsidi sekarang tidak dapat,” urai Yusri.

Inilah lanjutnya yang menjadi pemicu ada isu isu sulitnya mendapatkan pupuk terutama dari petani yang sebelumnya mendapatkan subsidi tetapi sekarang tidak mendapatkan lagi.

“Contoh hortikultura, kemudian tanaman hias, buah-buahan tidak dapat pupuk, hal-hal seperti itu mencuat sehingga isu-isu susah didapat karena sudah tidak ada dialokasikann,” ujar Yusri.

Baca juga: Pengaruhi Hasil Tani, Poktan di Malinau Minta Mutu Benih Hingga Ketersediaan Pupuk Diperhatikan

Yusri menyebutkan, dari alokasi secara nasional antara kebutuhan dengan alokasi jauh jaraknya, secara nasional kebutuhan pupuk 25 juta ton, tetapi karena keterbatasan anggaran dari permintah sehingga yang bisa disubsidi hanya 9 juta ton sehingga ada jarak 16 juta ton petani yang tidak mendapatkan pupuk subsidi.

“Walaupun dapat pasti kuotanya berkurang mislanya petani seharusnya mendapatkan 200 kilogram karena keterbatasan mungkin hanya dapat 100 makanya pupuk kurang,” jelasnya.

Dari sisi produksi sebenarnya pihaknya tidak ada masalah, secara nasional, produksi pupuk ada sekitar 14 juta ton sedangkan alokasi yang tersedia hanya 9 juta ton.

Muhammad Yusri 01 14112022
Muhammad Yusri, SFF Wilayah Timur PT Pupuk Indonesia.

“Sehingga kami masih ada 5 juta ton, tidak ada masalah dari sisi pengadaan,” jelasnya.
Adapun saat ini yang dialokasikan ke Kaltara, sekitar 7.000 ton pupuk urea dan NPK dan paling banyak dialokasikan untuk Nunukan dan Bulungan. Sementara, di Tarakan kecil. “Karena petani kecil,” jelasnya.

Lebih jauh membahas komoditi kebijakan pemerintah, pihakya hanya sebagai penyedia. Apa yang diinstruksikan pemerintah, pihaknya siap melaksanakan dalam rangka ketahanan pangan.

Baca juga: Usulan Terpadu Pupuk Bersubsidi, Kelompok Tani Malinau Harus Adaptasi Susun Rencana Kebutuhan

“Domain kami sesuai yang dialokasikan di Kaltara maupun yang di wilayah lain, terkait dengan pembatasan dengan pupuk dan komoditi itu adalah wewenang pemerintah mungkin sudah ada pertimbangan- pertimbangan yang matang karena 9 jenis komoditi sangat mempegaruhi terhadap inflasi,” bebernya.

Dari sisi pengawasan, terkait pengawasan distributor seharusnya itu adalah wewenang Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) di tingkat provinsi dan seharusnya ada juga perwakilannya di masing-masing kabupten dan kota.

“Artinya harus bersama-sama melakukan pengawasan terkait dengan distribusi pupuk maupun penggunaan pupuk ini. Di samping itu juga, Pupuk Indonesia kami memiliki tenaga yang ada di lapangan hampir di setiap kabupaten untuk melakukan monitoring pengawasan terhadap distribusi pupuk,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved