Berita Kaltara Terkini

DPRD Kaltim Tolak Wacana Berau Gabung ke Kalimantan Utara, Pemprov Kaltara Beber Dasar Ajakan

Alasan Gubernur Kaltara Zainal Paliwang ajak bergabung di Kalimantan Utara, karena jarak Berau lebih dekat daripada dari ibukota Kalimantan Timur.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Zuhri
Gubernur Kaltara Zainal Paliwang saat menyampaikan materi di silaturahmi dan dialog kerja sama ekonomi dan pembangunan di Berau, Kaltim beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - DPRD Kaltim menolak wacana Berau bergabung dengan Kalimantan Utara.

Ketua DPRD Kaltim Hasanudin Masud mengatakan Berau harus tetap berada di Kalimantan Timur.

Menurut Hasanudin Masud, kesatuan dan persatuan 10 kabupaten kota di Kalimantan Timur harus terus dipertahankan.

Baca juga: BPJN Kaltara Pastikan Distribusi Barang Tetap Berjalan Saat Perbaikan Jalan Poros Berau-Bulungan

Menanggapi hal itu, Pemprov Kaltara mengungkapkan ajakan agar Berau untuk bergabung dengan Kalimantan Utara bukanlah tanpa alasan.

Diketahui sebelumnya wacana agar Berau bergabung ke Kalimantan Utara terungkap dalam sebuah acara dialog bersama jajaran Pemkab Berau, Gubernur Kaltara Zainal Paliwang saat itu kembali menawarkan ajakan Berau untuk bergabung dengan Kalimantan Utara.

Tawaran itu disampaikan dengan memerhatikan sejumlah hal, seperti pelayanan dan jarak tempuh yang lebih dekat dari Berau ke Ibu Kota Kalimantan Utara, Tanjung Selor dibandingkan ke Ibu Kota Kalimantan Timur, Samarinda.

Baca juga: Potong Gunung Sepanjang 3,11 KM, Jalan Berau Bulungan Diperbaiki, BPJN Kaltara: Progres 52 Persen

Menurut Kepala DKISP Kaltara Ilham Zain, apa yang disampaikan oleh Gubernur Zainal bukanlah tanpa alasan dan dasar hukum.

Ilham Zain menyampaikan selain pemekaran daerah, aturan di Indonesia juga mengenal penggabungan daerah.

"Karena esensi dari pembentukan daerah baru atau penggabungan pada hakekatnya adalah pertimbangan aspirasi dan efektifias serta efisiensi," kata Ilham Zain.

Truk tangki BBM Pertamina saat melintasi proyek perbaikan jalan poros Berau-Bulungan beberapa waktu lalu.
Truk tangki BBM Pertamina saat melintasi proyek perbaikan jalan poros Berau-Bulungan beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)

Ilham Zain juga menepis anggapan bahwa tawaran Gubernur Zainal itu bermuatan politis. Menurut Ilham tawaran agar Berau bergabung ke Kalimantan Utara juga melihat realita di lapangan dan fakta historis pembentukan Kaltara kala itu.

Menurut Ilham Zain, Berau turut mendukung pembentukan Kalimantan Utara meskipun dalam perjalanannya kemudian Berau memilih tidak bergabung dengan Kalimantan Utara dan tetap bertahan di Kalimantan Timur.

Baca juga: Polda Kaltim Gencar Tindak Tambang Ilegal, Amankan Tersangka dan Alat Berat di Berau dan Kukar

"Tuan rumah pembahasan pembentukan Kalimantan Utara itu waktu itu di Derawan di Berau artinya pernah ada historis itu," kata Ilham yang juga bertugas menjadi notulen rapat dalam rencana pembentukan Kalimantan Utara.

Karena itu ia menyampaikan agar tawaran Berau untuk bergabung ke Kalimantan Utara agar dapat diserahkan kepada masyarakat Berau itu sendiri.

"Tidak ada yang tidak mungkin di Republik ini, kalo aspirasi masyarakat Berau pada akhirnya ingin bergabung dengan Kalimantan Utara kenapa tidak, biarlah nanti masyarakat Berau yang menentukan apakah mau bergabung atau tidak," tutur Ilham Zain.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved