Berita Daerah Terkini
Finlandia Jajaki Investasi di Kaltim, Sri Wahyuni Tawarkan Kawasan Industri Karingau dan Buluminung
Finlandia menjajaki investasi di Kalimantan Timur, Sekprov Sri Wahyuni tawarkan kawasan industri Karingau dan Buluminung.
TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA – Finlandia menjajaki investasi di Kalimantan Timur, Sekprov Sri Wahyuni tawarkan kawasan industri Karingau dan Buluminung.
Delegasi pebisnis dari Finlandia, Eropa bertandang ke Kalimantan Timur, mereka menawarkan kerja sama investasi industri ramah lingkungan.
Finlandia yang merupakan negara anggota Uni Eropa menjajaki peluang usaha di Benua Etam.
Delegasi Finlandia diterima langsung Sekretaris Provinsi ( Sekprov ) Kalimantan Timur, Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni mengatakan, delegasi Finlandia mempresentasikan tentang Digitalization, Built environment, Renewable energy dan Sustainability.
Salah satunya, yaitu produk bahan baku pengganti semen yang ramah lingkungan terbuat dari sisa besi dan debu batu bara sebagai pengganti beton.
"Delegasi Finlandia membawa beberapa perusahaan untuk mencari peluang kerja sama investasi yang ada di Kaltim," sebut Sri Wahyuni.
Baca juga: Usai G20 Bali, Pengamat Unikarta Kukar Sebut Ada Sinyal Positif untuk Investasi Besar-besaran IKN
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim yang fasih berbahasa Inggris ini mempresentasikan potensi Kariangau dan Buluminung.
"Pihak Finlandia tertarik terkait manajemen pengelolaan sampah, electricity dan pengelolaan limbah industri yang bisa dijadikan bahan baku beton," terang Sri Wahyuni.
"Beberapa perusahaan yang ikut di antaranya perusahan yang menyediakan bahan baku untuk pembangunan infrastruktur pengganti semen yang ramah lingkungan.
Bahan bakunya dari debu batu bara, kemudian sisa-sisa dari besi itu bisa diolah sebagai bahan baku untuk beton ramah lingkungan," sambungnya menjelaskan.
Sri Wahyuni didampingi beberapa Kepala OPD terkait dan Biro Ekonomi.
Baca juga: Investasi Capai Rp 3 Triliun, Gubernur Kaltara Sebut Investor Kanada Minat Bangun Bandara Kargo
Dinas PMPTSP Kaltim langsung mendapat tugas mendata perusahaan di Kaltim yang potensial untuk melakukan kerja sama terkait perusahaan yang ramah lingkungan.
"Apa yang disampaikan beberapa perusahaan dari Finlandia ini, nantinya akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Termasuk juga menyampaikan informasi kepada perusahaan di Kaltim untuk potensial kerja sama terkait industri yang ramah lingkungan.