Berita Tarakan Terkini

UMK Tarakan 2023 Ditetapkan Rp 4.044.356,62, Ada Kenaikan Rp 280.978,27

Hari ini Depeko Tarakan akan membawa kesepakatan besaran UMK Tarakan 2023 Rp 4.044.356,62 ke Provinsi Kaltara untuk disetujui Gubernur.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Puluhan pekerja saat mengawal pertemuan Depeko Tarakan yang tengah membahas UMK Tarakan 2023 di Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, Selasa (29/11/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pembahasan Upah Minimum Kota atau UMK Tarakan 2023 bersama Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Tarakan, Kalimantan Utara akhirnya selesai dilaksanakan.

Pembahasan UMK Tarakan 2023 dimulai sejak pukul 11.00 WITA Selasa (29/11/2022) hingga pukul 16.30 WITA.

Hasilnya ada tiga poin yang dituangkan dalam berita Acara Kesepakatan Sidang Pleno Depeko Tarakan Tahun 2022.

Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tarakan, Agus Sutanto, UMK Tarakan 2023 ada kenaikan 7,44 persen dari UMK di tahun berjalan saat ini di 2022.

Baca juga: Pembahasan UMK Tarakan 2023 Dimulai Hari Ini, Seluruh Unsur Depeko Hadir

"Jadi untuk UMK Tarakan 2023, dalam rupiah sebesar Rp 280.978,27. Tapi ini diusulkan dan belum ditetapkan Gubernur dan Pak Wali sudah mengusulkan.

InsyaAllah hari ini atau besok dibawa ke Pemprov untuk ditetapkan Rp 4.044.356,62," sebut Agus Sutanto kepada TribunKaltara.com, Rabu (30/11/2022).

Lebih lanjut Agus Sutanto mengatakan, hasil pertemuan dalam Depeko Tarakan, ada tiga poin disepakati dalam pertemuan tersebut.

Poin pertama, dari unsur pengusaha diwakili Apindo mengusulkan penyesuaian kenaikan UMK Tarakan tahun 2023 mendatang merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sebesar Rp 86 ribu.

Baca juga: Penetapan UMK Tarakan 2023 akan Dilakukan 7 Desember 2022, Perhitungan Sesuai Permenaker 18/2022

Sehingga UMK Tarakan 2023 sebesar Rp 3.860.378 dengan melapirkan surat penolakan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia.

Kemudian pada poin kedua kata Agus Sutanto, dari unsur serikat pekerja yang dihadiri SP Kahut dan Kahutindo, serta unsur pemerintah dan akademisi sepakat menetapkan nilai konstan dalam penyesuaian UMK Tarakan 2023 senilai 0,20.

“Sehingga di poin ketiga, berdasarkan angka poin I dan poin II, sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan UMK Tahun 2023 dan tatib (perubahan) Dewan Pengupahan Kota Tarakan yang disepakati dan ditandatangai pada 21 November 2022 oleh seluruh anggota Depeko Tarakan maka UMK Tarakan tahun 2023 sebesar Rp 4.044.356,62,” sebutnya.

Agus Sutanto 30112022
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, Agus Sutanto. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

Artinya ada kenaikan Rp 280.978,27 untuk UMK Tarakan 2023 yang ditetapkan dalam kesepakatan Depeko dan dalam persentase, sebesar 7,44 persen.

Untuk rinciannya dikatakan Agus Sutanto, dari 7,44 persen tersebut yakni upah minimum (t+1) ditambah penyesuaian nilai upah minimum dikalikan UM (t). UMK Tarakan 2023 berdasarkan perhitungan yakni UMK tahun 2022 ditambah inflasi provinsi ditambah nilai konstan dan dikalikan PE Tarakan kemudian dikalikan dengan UMK Tarakan tahun 2022.

Baca juga: Tetapkan UMK Tarakan 2023, Disnaker Tarakan akan Libatkan Tiga Pihak, Dibahas Minggu Ketiga November

“Sehingga perhitunggan UMK 2023 yakni Rp 4.055.356,62 diperoleh dari hasil rumusan UMK 2022 Rp 3.774.378,35 ditambah inflasi provinsi 6,64 persen dan ditambah nilai konstan 0,20 dilaikan PE kota 4,02 persen dan dikalikan lagi UMK 2022 Rp 3.774.378,35,” beber Agus Sutanto.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved