Berita Daerah Terkini

Proyek Pembangunan IKN dan Industri Migas Picu Ekonomi Kalimantan Timur 2023 Tumbuh Positif

Geliat proyek pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara atau IKN serta industri migas (minyak dan gas) picu ekonomi 2023 Kalimantan Timur tumbuh positif.

Editor: Sumarsono
Warta Kota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor meninjau lahan lokasi ibu kota negara yang baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019) sore. 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA – Geliat proyek pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara atau IKN serta industri migas (minyak dan gas) picu ekonomi 2023 Kalimantan Timur tumbuh positif.  

Evaluasi kinerja ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur pada 2022 menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,28 persen.

Demikian dipaparkan Bank Indonesia saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia ( PTBI ) Kalimantan Timur di Kota Samarinda, Rabu (30/11/2022).

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalimantan Timur, Hendik Sudaryanto menyampaikan evaluasi kinerja ekonomi 2022 serta prospek ekonomi Kaltim depan.

PTBI Kalimantan Timur dihadiri pejabat Forkompinda Kaltim, pejabat Pemkab/Kota se-Kaltim, Kepala OJK  Kalimantan Timur, Kepala Perwakilan BI Balikpapan, pimpinan perbankan, pelaku usaha, akademisi dan media.

Baca juga: Presiden Jokowi Janji Bangun Dayak Center di IKN, Otorita: Investasi 39 Kali Lipat dari Kapasitas

Kepala Perwakilan BI Kalimantan Timur, Ricky P. Gozali tidak hadir, karena mengikuti PTBI Nasional di Jakarta yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Setelah mengalami perbaikan pada tahun lalu, kondisi ekonomi Kaltim tahun ini terus  menunjukan perbaikan. 

"Pada triwulan III 2022, ekonomi Kaltim tercatat tumbuh sebesar 5,28 persen (yoy) meneruskan tren pertumbuhan positif sejak triwulan II 2021," terangnya.

Pencapaian bersumber dari membaiknya permintaan negara tujuan utama di tengah momentum harga komoditas utama Kaltim, batu bara yang berada pada level tinggi. 

Hal tersebut secara langsung mendorong kinerja sektor pertambangan sebagai kontributor utama ekonomi Kaltim.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Kuartal III/2022 Tumbuh jadi 5,72 Persen, Aman dari Resesi?

Di sisi pengendalian harga, Inflasi Kaltim hingga triwulan III 2022 tercatat sebesar 5,69 persen (yoy). 

Capaian tersebut utamanya disebabkan gangguan rantai pasok global, berlanjutnya ketegangan geopolitik, dan proteksionisme pangan di beberapa negara.

"Namun, inflasi yang lebih tinggi dapat tertahan seiring dengan sinergi dan koordinasi TPID dalam lingkup Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP)," beber Hendik Sudaryanto.

Seluruh capaian kinerja Kaltim selama 022, utamanya didukung sinergi yang kuat dan dibarengi oleh penciptaan berbagai inovasi yang berkelanjutan dari seluruh pihak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved