Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Realisasi APBD Tarakan Tahun 2022 Capai 90 Persen, Silpa Rp 76 Miliar, Sebagian dari Dana BLUD

Realisasi APBD Tarakan di tahun 2022 capai 90 persen, Silpa Rp 76 miliar, sebagian dari dana BLUD, Khairul: Selalu ada yang tidak terlaksana.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Wali Kota Tarakan, dr.Khairul, M.Kes. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Realisasi serapan APBD Kota Tarakan di tahun 2022 mencapai 90 persen.

Wali Kota Tarakan, dr Khairul, M.Kes menyebutkan, dalam setiap penganggaran pasti ada saja yang masih belum tuntas terlaksana.

“Selalu ada yang tidak terlaksana, tapi cukup bagus kalau menurut saya realisasi sampai 90 persen cukup bagus,” jelasnya.

Ia menyebutkan, Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang ditinggalkan di tahun 2022 kemarin mencapai Rp 76 miliar. Namun Silpa yang diperoleh bukan karena serapan anggaran yang kurang di berbagai sektor.

Baca juga: Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS, Kadinkes Tarakan: Tiada Stigma Negatif ke ODHA

“Silpa diperhitungkan rerata Rp 76 miliar, berarti dari APBD semisal APBD Rp 1 triliun maka sekitar 7 persen yang belum terlaksana. Kalau melihat pencapaian kita dari silpa itu 93 persen,” jelasnya.

Adapun terjadinya Silpa lanjutnya karena pertama adanya efisiensi. Kemudian, kedua, ada Silpa dari BLUD.

“Silpa BLUD itu pendapatan tahun lalu cukup banyak tapi tidak bisa digunakan oleh pemerintah. BLUD itu di rumah sakit maka yang harus menggunakan adalah rumah sakit. Tapi Silpa dimanfaatkan lagi untuk meningkatkan pelayanan di tahun 2023 nanti. Jadi bukan diambil,” urainya.

Karena memang lanjut Khairul, dana BLUD tidak boleh diambil dan pemerintah hanya bertugas mengontrol dan mengawasi.

“ Itu jadi cadangan pemilik BLUD. Misalnya RSUKT ada BLUD. Termasuk tadi efisiensi beberapa penyelengaraan pemerintahan. Kalau dilihat Silpa yang ada, penyerapan 93 persen,” jelasnya.

Baca juga: UMK Tarakan 2023 Rp 4.055.356,62, Apindo Sebut tak Sanggup Bayar, Hanya Bisa Naik Rp 86 Ribu.

Sementara itu lanjutnya, untuk refocusing juga masih ada di 2022 kemarin. Pihak pemerintah diminta untuk memberikan bantuan terhadap subsidi inflasi sekitar 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU).

“Dan itu sudah kita lakukan kemarin sudah diserahkan ke nelayan,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved