Kamis, 14 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Perpustakaan Desa Gunung Putih Sabet 4 Penghargaan Nasional

Perpustakaan Taruna Pustaka Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, menyabet empat penghargaan dari Perpustakaan Nasional.

Tayang:
Editor: Amiruddin
Ho
Penyerahan penghargaan kepada sejumlah perpustkaan di daerah yang dilakukan pada acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional 2022 di Surabaya, Senin (5/12/2022). 

Dalam program ini, membuktikan bahwa pelaksanaan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2020-2021 dinilai efektif dan memberikan manfaat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan nilai efektivitas program 4,09 dari skala 1-5.

Total benefit program ini pada tahun 2020-2021 juga mencapai lebih dari 570 miliar rupiah.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan, tugas perpustakaan adalah mencerdaskan dan menyejahterakan anak bangsa sesuai amanah UUD 1945. Esensinya mengurangi masyarakat marjinal. Itulah kenapa perpustakaan mesti bertransformasi mengubah paradigma yang eksklusif menjadi inklusif.

“Inilah ruh dari semangat transformasi perpustakaan,” imbuh Syarif Bando.

Indonesia, menurutnya, memiliki sumber daya alam melimpah namun tidak mampu dikelola dan dioptimalkan dengan baik.

Maka itu, masyarakat perlu dibekali inovasi dan kreativitas serta aksesibilitas digital untuk meningkatkan pengetahuannya. “Tidak ada gunanya perpustakaan jika masyarakat masih tetap berada di bawah tingkat kesejahteraan. Jangan sampai perpustakaan menjadi menara gading,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso yang membuka kegiatan ini, menyebut peran perpustakaan amat dibutuhkan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan global.

Baca juga: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Utara Target jadi Anggota Simpul SIKN dan JIKN

“Perpustakaan berbasis inklusi sosial diharapkan dapat meningkatkan literasi informasi bagi masyarakat dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat meningkatkan kesejahteraan dan juga mendorong kreativitas serta memangkas berbagai kesenjangan akses informasi,” ungkapnya.

Dia juga berharap Peer Learning Meeting Nasional Tahun 2022 ini dapat melahirkan banyak ide dan gagasan yang inovatif dan aplikatif di dalam menghadirkan perpustakaan yang lebih inklusif.

Dalam kegiatan itu, juga diisi dengan diskusi yang diikuti perwakilan Perpustkaan provinsi dan kabupaten kota se-Indonesia. Dengan menghadirkan beberapa narasumber berkompeten.

Seperti di antaranya Amich Alhumami, Ph.D direktur agama, pendidikan dan kebudayaan Bappenas, Prof J. Kristiadi peneliti center of strategic of international studies (CISIS).

Menjadi kebanggaan juga, dua nara sumber berasal dari Kaltara, yaitu Hasmawati M. Djafar imoac program TPBIS dan Dharmawati dari. Keduanya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved