Opini

Isu Kelangkaan Pangan Jadi Perhatian Khusus Deklarasi G20 di Bali

Memang hidup, tidak untuk makan. Tetapi, tak bisa hidup jika tidak makan. Tidaklah berlebihan jika para pemimpin negara G20 memberi perhatian khusus.

Editor: Sumarsono
HO
DR Margiyono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan 

Misalnya Amerika Serikat inflasi energinya sampai dengan Oktober 2002 sebesar 17,63 persen.

Namun inflasi pangannya sebesar  12,44 persen.  Turki berada pada tingkat inflasi yang sangat tinggi. Inflasi energinya mencapai 137 persen, dan pangannya berada pada 99 persen.

Sementara itu, negara yang Asia Tengara yang mengalami inflasi tinggi adalah Laos dan Myanmar.

Hingga November 2022, Laos mencapai 36,75 persen dan Myanmar 19,72 persen.

Negara Asia tenggara lainnya masih berada di bawah 10 persen, seperti Philippines 7,7 persen, Timor Leste 7,3 Singapore 6,7 dan Thailand 5,98 persen.

Sedangkan Indonesia  hingga November 2022 inflasinya sebesar 5,42 persen. Sementara, Kamboja, Brunei, Vietnam dan Malaysia semuanya di bawah Indonesia.

Naiknya nilai inflasi baik di negara maju atau berkembang adalah sinyal tentang keterbatasan suplai. Tentu termasuk suplai pangan.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan di IKN Nusantara, Program Food Estate di Kaltim Terus Diidentifikasi  

Masalahnya tentu, bunkan hanya terganggunya rantai pasok akibat konflik dan biaya produksi.

Tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan iklim yang mengakibatkan naiknya suhu di beberapa negara.

Misalnya Inggris mengalami peningkatan suhu hingga 40 derajat celcius. Spanyol, Perancis dan China lebih panas lagi, suhunya diatas 42 derajat celcius. Bahkan Portugal serasa meleleh. Panasnya  hingga 47 derajat celcius   (1170F).

Membumikan Visi Global

Permasalahan pangan bukan hanya masalah lokal dan nasional bahkan menjadi masalah global. Oleh karena itu perlu kerjasama global.

Kerjasama global akan lebih mempermudah mencari solusi. Berkaitan dengan itu, Pimpinan negara dengan PDB terbesar di dunia setiap tahun melakukan KTT.

Kelompok 20 negara (G20) dengan PDB terbesar itu pada tanggal 15-16 November 2022 melakukan pertemuan di Bali.

Deklarasi Pimpinan Negara  G20 adalah bukti dari kesatuan: visi, misi dan aksi. Deklarasi yang disepakati  sangat penting. Karena di negara 20 tersebut terdapat; 2/3 penduduk dunia,  85 persen PDB dunia dan 80 persen investasi dunia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

BERSAMA RAMADAN DI ERA DIGITAL

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved