Berita Kaltara Terkini
Disdikbud Kaltara Mulai Persiapkan PPDB Tingkat SLTA, Ini yang Beda di Tahun 2023
PPDB tahun 2023 berbeda di tahun 2022. Saat ini Disdikbud Kaltara telah mepersiapakan SK pelaksanaan teknis PPDB tahun 2023.
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Kaltara mulai mempersiapkan agenda PPDB (penerimaan peserta didik baru) tahun ajaran 2023/2024.
Selain membentuk kepinitiaan, seperti disampaikan Kepala Disdikbud Kaltara Teguh Henri Sutanto, pihaknya juga telah menyiapkan aplikasi untuk keperluan pendaftaran secara online.
"Ini sedang dipersiapkan SK Gubernur untuk untuk pelaksanaan teknis PPDB. Kami juga sudah bagikan aplikasinya ke satuan pendidikan," kata Teguh.
Baca juga: Solusi PPDB SMAN 2 Tarakan, Anggota DPRD Kaltara Syamsuddin Arfah: Bisa Berlakukan Kelas Filial
Sesuai kewenangan, PPDB yang akan ditangani Disdikbud Provinsi Kaltara, adakah untuk satuan pendidikan SMK, SMA dan Pendidikan Luar Biasa (SLB).
"Untuk persiapan juga, dalam waktu dekat akan kita laksanakan rapat teknis di Tarakan. Selain dari satuan pendidikan, nanti juga akan kita libatkan Ombudsman," lanjutnya.
Dikatakan Teguh Henri Sutanto, untuk sistem PPDB tahun ini masih sama seperti sebelumnya. Yakni dengan sistem zonasi. Hanya saja ada beberapa perbedaan.
Baca juga: Pasca PPDB, 30 Orang Tiap Hari Minta Bantuan ke Dinsos Tarakan, Arbain Sebut Layani BPS Kesehatan
Di antaranya alokasi jalur prestasi. Teguh Henri Sutanto mengatakan, pada PPDB yang dijadwalkan pada kisaran awal Juni nanti, jalur prestasi dialokasikan 15 persen. Meningkat dibanding tahun lalu, hanya 5 persen.
"Jalur prestasi ini, ada dua. Prestasi akademik dan non akademik. Untuk juara prestasi non akademik, diutamakan kejuaraan atau lomba yang diadakan pemerintah," kata dia.
Sementara, yang prestasi akademik, diakumulasi nilai rapor. Yang selanjutnya nanti diranking.
Dia menambahkan, selain perubahan kuota jalur prestasi, untuk jenjang SMK akan ada tes wawancara. "Ini bertujuan untuk menentukan bakat dan jurusannya di mana. Misalkan jurusan teknik mesin, apakah dia pas atau tidak. Kalau misalkan tidak, ada alternatif pilihan jurusan lain," imbuh Teguh.
(*)
Penulis: Edy Nugroho
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/teguh-henri-sutanto-kepala-disdikbud-kaltara-02-05052023.jpg)