Berita Kaltara Terkini
Hari Raya Idul Adha Berpotensi Berbeda, PW Muhammadiyah Kaltara Harap tak Terlalu Dipersoalkan
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltara menyampaikan potensi perbedaan Hari Raya Idul Adha agar tak terlalu dipersoalkan.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltara menyampaikan potensi perbedaan Hari Raya Idul Adha agar tak terlalu dipersoalkan.
Ketua PW Muhammadiyah Kaltara, Syamsi Sarman mengatakan, perbedaan tanggal hari raya bukanlah hal yang baru terjadi.
Dia mengatakan, selama ini, perbedaan tanggal perayaan Hari Raya tak pernah menjadi permasalahan.
Seperti diketahui perbedaan tanggal hari raya terjadi pada Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijirah lalu.
Baca juga: Idul Adha 1444 Berpotensi Berbeda, Kemenag Kaltara Harap Masyarakat Tunggu Hasil Sidang Isbat
Di mana Muhammadiyah menetapkan Lebaran pada 22 April 2023, sedangkan pemerintah menetapkan Lebaran satu hari setelahnya atau pada 23 April 2023.
Adapun pada Idul Adha kali ini, Muhammadiyah telah menetapkan 10 Zulhijah 1444 Hijirah pada 28 Juni 2023, di mana pemerintah diprediksi bakal menetapkan Hari Raya Idul Adha pada 29 Juni 2023.
"Sepertinya perbedaan Shalat Id adalah hal biasa," kata Syamsi Sarman, Minggu (11/6/2023).
"Sudah sering terjadi, sehingga bukan hal yang harus disikapi terlalu berlebihan," ungkapnya.
Syamsi berharap masyarakat bisa saling menghormati pilihan dalam perayaan Hari Raya Idul Adha.
Dirinya juga berharap pelaksanaan Salat Id dan pemotongan kurban pada Hari Raya Idul Adha nanti dapat berjalan lancar.
Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Adha, DPPP Tana Tidung Bakal Bentuk Tim Pengawasan Hewan Kurban
"Silakan masing-masing melaksanakan Salat Id dan pemotongan hewan kurban sesuai dengan keyakinan yang dipilihnya, yang terpenting Ukhuwah Islamiyah tetap dijaga," ucapnya.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/ketua-pw-muhammadiyah-kaltara-syamsi-sarman-gjm.jpg)