Senin, 25 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Potensi Besar, Dinas Kehutanan Kaltara Seriusi Skema Carbon Trade

Kalimantan Utara berpeluang mendapatkan keuntungan dari skema carbon trade karena Kaltara memiliki tutupan hutan yang luas.

Tayang:
TribunKaltara.com/Maulana Ilhami Fawdi
Tutupan Hutan di Hulu Sungai Kayan, Kalimantan Utara. (TribunKaltara.com/Maulana Ilhami Fawdi) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Dinas Kehutanan Kaltara menyatakan serius untuk mengikuti perdagangan karbon atau carbon trade.

Kawasan hutan yang masih terjaga dan cukup luas di Kaltara menjadi salah satu alasannya.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Syarifuddin mengatakan pihaknya tengah melakukan penjajakan untuk mengikuti skema carbon trade.

Sebagai informasi Kalimantan Utara bersama tujuh provinsi lainnya di Indonesia dan 36 provinsi lainnya di sepuluh negara di dunia tergabung menjadi anggota Governors Climate and Forest (GCF) Task Force.

Di mana daerah-daerah tersebut menyuarakan mengenai pentingnya pengelolaan hutan dan mitigasi perubahan iklim.

Namun sebelum berlanjut ke tahap tersebut, Syarifuddin menilai perlu mempelajari mekanisme, dasar hukum serta metode penghitungan potensi carbon trade.

"Kami ini masih penjajakan kita ingin pelajari dasar hukumnya, cara penyusunannya seperti apa," kata Syarifuddin, Kamis (15/6/2023).

"Untuk proyeksi pendapatan kita belum tahu, karena memang masih harus dihitung dulu," ucapnya menambahkan.

Tutupan Hutan di Hulu Sungai Kayan, Kalimantan Utara 150623_1
Tutupan Hutan di Hulu Sungai Kayan, Kalimantan Utara. (TribunKaltara.com/Maulana Ilhami Fawdi)

Baca juga: Permudah Akses Informasi Kawasan Hutan dan Lahan, Dinas Kehutanan Kaltara Luncurkan Peta Interaktif

Tidak semua kawasan hutan yang berada di Kaltara dapat masuk dalam skema carbon trade. Sebab, perlu verifikasi dan penghitungan mengenai kawasan hutan yang memiliki kemampuan serapan karbon dalam jumlah besar.

"Untuk potensinya nanti kita lihat dan tentu ada delineasi karena tidak semua itu kan statusnya kawasan hutan dan memang benar-benar hutan," ujarnya.

Syarifuddin mengatakan Kaltara sangat berpeluang mendapatkan keuntungan dari skema carbon trade.

Ia menyinggung daerah lain seperti Kaltim yang telah mendapatkan insentif atas penurunan emisi meskipun memiliki tutupan hutan yang tak seluas Kaltara.

"Potensi hutan itu tinggal di wilayah utara dan Berau. Wilayah Kaltim sekarang kita tahu sudah banyak tambang, jadi memang hutan yang bagus itu ada di Kaltara," kata dia.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Syarifuddin 150623_1
Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Syarifuddin. (TribunKaltara.com/Maulana Ilhami Fawdi)

Baca juga: Konsistensi Penyelamatan Lingkungan, Pengelola Hutan Adat di Malinau Raih Penghargaan Kalpataru 2023

Menurutnya jika Kaltara mulai serius dalam mengikuti skema carbon trade sejak saat ini, bukan tidak mungkin dalam tiga tahun ke depan sudah mendapatkan manfaatnya.

"Untuk target, kalau sejak tahun ini serius, kemungkinan tiga tahun kemudian sudah mendapatkan hasilnya," tuturnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

TikTok tribunkaltara.com

Follow Helo TribunKaltara.com

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved