Berita Kaltara Terkini
Potensi Besar, Dinas Kehutanan Kaltara Seriusi Skema Carbon Trade
Kalimantan Utara berpeluang mendapatkan keuntungan dari skema carbon trade karena Kaltara memiliki tutupan hutan yang luas.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Dinas Kehutanan Kaltara menyatakan serius untuk mengikuti perdagangan karbon atau carbon trade.
Kawasan hutan yang masih terjaga dan cukup luas di Kaltara menjadi salah satu alasannya.
Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Syarifuddin mengatakan pihaknya tengah melakukan penjajakan untuk mengikuti skema carbon trade.
Sebagai informasi Kalimantan Utara bersama tujuh provinsi lainnya di Indonesia dan 36 provinsi lainnya di sepuluh negara di dunia tergabung menjadi anggota Governors Climate and Forest (GCF) Task Force.
Di mana daerah-daerah tersebut menyuarakan mengenai pentingnya pengelolaan hutan dan mitigasi perubahan iklim.
Namun sebelum berlanjut ke tahap tersebut, Syarifuddin menilai perlu mempelajari mekanisme, dasar hukum serta metode penghitungan potensi carbon trade.
"Kami ini masih penjajakan kita ingin pelajari dasar hukumnya, cara penyusunannya seperti apa," kata Syarifuddin, Kamis (15/6/2023).
"Untuk proyeksi pendapatan kita belum tahu, karena memang masih harus dihitung dulu," ucapnya menambahkan.
Baca juga: Permudah Akses Informasi Kawasan Hutan dan Lahan, Dinas Kehutanan Kaltara Luncurkan Peta Interaktif
Tidak semua kawasan hutan yang berada di Kaltara dapat masuk dalam skema carbon trade. Sebab, perlu verifikasi dan penghitungan mengenai kawasan hutan yang memiliki kemampuan serapan karbon dalam jumlah besar.
"Untuk potensinya nanti kita lihat dan tentu ada delineasi karena tidak semua itu kan statusnya kawasan hutan dan memang benar-benar hutan," ujarnya.
Syarifuddin mengatakan Kaltara sangat berpeluang mendapatkan keuntungan dari skema carbon trade.
Ia menyinggung daerah lain seperti Kaltim yang telah mendapatkan insentif atas penurunan emisi meskipun memiliki tutupan hutan yang tak seluas Kaltara.
"Potensi hutan itu tinggal di wilayah utara dan Berau. Wilayah Kaltim sekarang kita tahu sudah banyak tambang, jadi memang hutan yang bagus itu ada di Kaltara," kata dia.
Baca juga: Konsistensi Penyelamatan Lingkungan, Pengelola Hutan Adat di Malinau Raih Penghargaan Kalpataru 2023
Menurutnya jika Kaltara mulai serius dalam mengikuti skema carbon trade sejak saat ini, bukan tidak mungkin dalam tiga tahun ke depan sudah mendapatkan manfaatnya.
"Untuk target, kalau sejak tahun ini serius, kemungkinan tiga tahun kemudian sudah mendapatkan hasilnya," tuturnya.
(*)
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter TribunKaltara.com
Follow Instagram tribun_kaltara
TikTok tribunkaltara.com
Follow Helo TribunKaltara.com
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Tutupan-Hutan-di-Hulu-Sungai-Kayan-Kalimantan-Utara-150623_2.jpg)