Pesawat Hilang Kontak Ditemukan
Selama Perawatan di Rumah Sakit, Pilot Pesawat Smart Air Dikawal Polisi, Begini Alasannya
Personel Polres Tarakan melakukan pengawalan terhadap pilot pesawat perintis Smart Air yang jatuh di Binuang, Nunukan, Kalimantan Utara.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Pilot Capt M Yusuf, korban kecelakaan pesawat perintis PK SNE Smart Air yang jatuh di Binuang, Nunukan, Kalimantan Utara menjalani perawatan di RSUD dr H Jusuf SK Tarakan.
Selama menjalani perawatan di RSUD dr H Jusuf SK, Pilot Capt M Yusuf mendapatkan pengawalan dari personel Polres Tarakan.
Dilakukannya pengawalan kepada Pilot pesawat perintis Smart Air ini bertujuan untuk memberi ruang kelancaran observasi terhadap korban. Termasuk memberikan kenyamanan pasien dan keluarga pasien selama di RSUD dr H Jusuf SK.
Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar mengungkapkan, pihaknya sengaja menempatkan personel untuk melakukan pengawalan di RSUD dr H Jusuf SK untuk mengamankan agar proses observasi terhadap korban berjalan lancar.
Baca juga: Jenazah Deni Sobali Kru Pesawat Smart Air yang Jatuh di Binuang, Diterbangkan ke Pangandaran
Dengan dilakukannya pengamanan ini, Kapolres Tarakan minta pengertian dari tamu yang ingin berkunjung menjenguk korban. Pasalnya saat ini RSUD dr H Jusuf SK sedang menangani korban yang diharapkan bisa kembali sehat.
"Jadi sengaja kami tempatkan personel supaya situasi kondisi di RSUD khususnya terkait penanganan korban selamat bisa terlaksana aman dan lancar. Kami sendiri belum ada komunikasi dengan korban," ungkap Ronaldo Maradona.
Dikatakan Ronaldo Maradona, dalam memberikan pengamanan kepada korban, pihaknya tetap komunikasi dengan manajemen RSUD dr H Jusuf SK, terutama dengan dokter yang menangani koban.
Di ruang perawatan Capt M Yusuf, keluarga dan pihak manajemen Smart Air mendampingi.
"Pantauan kami, ada dari pihak keluarga menemani dan dari maskapai. Itupun semua informasi di sana dibatasi. Bukan tidak terbuka informasinya tapi ayo kita berikan ruang kepada korban yang selamat. Peristiwa ini adalah peristiwa besar jadi saya sangat meminta empati dari kita semua, memberikan ruang untuk saudara kita yang berhasil dievakuasi kemarin," beber Kapolres Tarakan.
Terkait kondisi korban, Ronaldo Maradona melihat kondisinya stabil. Namun secara umum ia meminta kepada awak media, untuk konfirmasi langsung dengan pihak RSUD dr H Jusuf SK.
"Secara umum nanti bisa ditanyakan ke pihak rumah sakit yang menangani langsung korban. Namun yang jelas dilaporkan kondisinya stabil, ucap Ronaldo Maradona.
Sedangkan. jenazah Deni Sobali, kru engineer telah dipulangkan pagi tadi, Senin (11/3/2024) ke Pangandaran, Jawa Barat.
"Sudah dipulangkan hari ini pukul 07.00 WITA, yang jelas tadi pagi. Untuk proses identifikasi ranah tugas kedokteran kepolisian dilaksanakan kemarin dan sudah clear teridentifikasi jenazah korban. Kami ikut berbelasungkawa. Proses sudah selesai, dan maskapai sudah mengantar," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
Pilot
Capt M Yusuf
pesawat perintis
Smart Air
Binuang
Nunukan
Kalimantan Utara
perawatan
RSUD dr H Jusuf SK
Tarakan
pengawalan
Kapolres Tarakan
Ronaldo Maradona
pengamanan
TribunKaltara.com
| Sempat Operasi di Bagian Kepala, Kondisi Pilot Smart Air Membaik, Hari Ini Diperbolehkan Pulang |
|
|---|
| Jatuh di Hutan Belantara Krayan Tengah, Kemudi Pilot Rusak Parah, Berikut Puing Pesawat Smart Air |
|
|---|
| Cerita 3 Warga Binuang Ikut Bantu Evakuasi Kru Pesawat Smart Air, Jalan Kaki 9 Jam Pakai GPS |
|
|---|
| KNKT Bawa Black Box ke Pusat, Investigasi Kecelakaan Pesawat Smart Air yang Kondisinya Hancur |
|
|---|
| Berkejaran dengan Cuaca, Tim Rescuer Hanya Tiga Jam Lakukan Penyelamatan Dua Kru Pesawat Smart Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Kapolres-Tarakan-AKBP-Ronaldo-Maradona-TPP-Siregar-11032024.jpg)