Jejak Islam di Kaltim
Desa Pasir Mayang Pintu Gerbang Masuknya Islam di Kabupaten Paser
Desa Pasir Mayang merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kuaro adalah pintu gerbang masuknya Islam di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
TRIBUNKALTARA.COM – Desa Pasir Mayang merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kuaro adalah pintu gerbang masuknya Islam di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Desa ini masih menyimpan jejak-jejak masa lalu penyebaran Islam tak hanya di Kabupaten Paser namun di Kalimantan secara keseluruhan.
Makam tua yang sudah bercorak Islam, artefak-artefak kuno berbahan porselin dari China menjadi bukti Desa Pasir Mayang menyimpan sejarah panjang .
Secara geografis, letak Desa Pasir Mayang sendiri cukup strategis lantaran berada di pesisir pantai.
Menjadi bukti adanya jejak para tokoh penyebar Islam di wilayah paling selatan Kalimantan Timur ini singgah di Desa Pasir Mayang melalui jalur perdagangan.
Konon, Desa Pasir Mayang ini menjadi jalur perdagangan internasional .
Baca juga: Penyebaran Islam di Paser Diawali oleh Abu Mansyuh, Murid Sunan Giri
Perdagangan tersebut turut mengundang para pedagang dari luar negeri, mulai Arab Saudi hingga China.
Bahkan dikisahkan posisinya yang strategis dan berada di bibir pantai menjadi tempat kapal-kapal dari berbagi penjuru membuang sauhnya di Desa Pasir Mayang .
Budayawan Paser, Aji Jamil, bertutur, Indra Jaya atau Abu Masnyuh atau yang juga dikenal dengan nama Abu Mansur penyebar Islam di Kerajaan Sadurengas masuk melalui pelabuhan di Desa Pasir Mayang.
Sbelum akhirnya masuk Kerajaan Sadurengas untuk menyebarkan agama Islam.
Salah satu peninggalan syiar Islam di Desa Pasir Mayang yang saat ini masih terus dijaga adalah makam Datu Bejambe.
Datu Bejembe sendiri merupakan seorang ulama dari Mempawah yang ditugaskan berdakwah di Kerajaan Sadurengas untuk kemudian menetap di Desa Pasir Mayang.
Letak persisnya desa ini sendiri cukup jauh dari jalan poros utama.
Jarak dari pintu masuk menuju desa ini dapat ditempuh sejauh 12 kilometer dengan kondisi jalan yang telah semenisasi, namun ada pula yang berbatu pasir.
Tokoh Desa Pasir Mayang sekaligus juru kunci makam Datuk Bejambe, Asmuni, mengatakan, julukan desa tertua ini berasal dari penduduk pertama yang tinggal di wilayah tersebut yakni dari Suku Paser.
| Batu Indra Giri, Penanda Hubungan Diplomatik Masuknya Islam di Paser, Kalimantan Timur |
|
|---|
| Al Quran Tulisan Tangan Asli Khatib Muhammad Saleh, Jejak Penyebaran Islam di Paser |
|
|---|
| Masjid Jami Darul Ibadah, Saksi Bisu Perkembangan Islam di Ujung Selatan Kalimantan Timur |
|
|---|
| Sosok Datu Bejambe, Leluhur Tokoh Penyebar Agama Islam di Paser |
|
|---|
| Makam Kuno Bertuliskan Arab Jejak Syiar Islam di Desa Pasir Mayang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/gerbang-paser.jpg)