Jumat, 24 April 2026

Jejak Islam di Kaltim

Desa Pasir Mayang Pintu Gerbang Masuknya Islam di Kabupaten Paser

Desa Pasir Mayang merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kuaro adalah pintu gerbang masuknya Islam di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Editor: Sumarsono
Tribun Kaltim/Dwi Ardianto
Pintu gerbang menuju Makam Datu Bejambe di Desa Pasir Mayang, Kabupaten Paser. Selain makam Datu Bejambe di kompleks pemakaman ini masih banyak bukti penyebaran Islam di Desa Pasir Mayang. 

TRIBUNKALTARA.COMDesa Pasir Mayang merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kuaro adalah pintu gerbang masuknya Islam di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Desa ini masih menyimpan jejak-jejak masa lalu penyebaran Islam tak hanya di Kabupaten Paser namun di Kalimantan secara keseluruhan.

Makam tua yang sudah bercorak Islam, artefak-artefak kuno berbahan porselin dari China menjadi bukti  Desa Pasir Mayang menyimpan sejarah panjang .

Secara geografis, letak Desa Pasir Mayang sendiri cukup strategis lantaran berada di pesisir pantai.

Menjadi bukti adanya jejak para tokoh penyebar Islam di wilayah paling selatan Kalimantan Timur ini singgah di Desa Pasir Mayang melalui jalur perdagangan.

Konon, Desa Pasir Mayang ini menjadi jalur perdagangan internasional .

Baca juga: Penyebaran Islam di Paser Diawali oleh Abu Mansyuh, Murid Sunan Giri

Perdagangan tersebut turut mengundang para pedagang dari luar negeri, mulai Arab Saudi hingga China.

Bahkan dikisahkan posisinya yang strategis dan berada di bibir pantai menjadi tempat kapal-kapal dari berbagi penjuru membuang sauhnya di Desa Pasir Mayang .

Budayawan Paser, Aji Jamil, bertutur, Indra Jaya atau Abu Masnyuh atau yang juga dikenal dengan nama Abu Mansur penyebar Islam di Kerajaan Sadurengas masuk melalui pelabuhan di Desa Pasir Mayang.

Sbelum akhirnya masuk Kerajaan Sadurengas untuk menyebarkan agama Islam.

Makam Abu Thalhah di Tenggarong Kutai Kartanegara saat dikunjungi Tribun Kaltim 28 Februari 2024. Makam salah seorang ulama besar ini sampai sekarang menjadi lokasi wisata religi di Tenggarong.
Makam Abu Thalhah di Tenggarong Kutai Kartanegara saat dikunjungi Tribun Kaltim 28 Februari 2024. Makam salah seorang ulama besar ini sampai sekarang menjadi lokasi wisata religi di Tenggarong. (Tribun Kaltim/Dwi Ardianto)

Salah satu peninggalan syiar Islam di Desa Pasir Mayang yang saat ini masih terus dijaga adalah makam Datu Bejambe.

Datu Bejembe sendiri merupakan seorang ulama dari Mempawah yang ditugaskan berdakwah di Kerajaan Sadurengas untuk kemudian menetap di Desa Pasir Mayang.

Letak persisnya desa ini sendiri cukup jauh dari jalan poros utama.

Jarak dari pintu masuk menuju desa ini dapat ditempuh sejauh 12 kilometer dengan kondisi jalan yang telah semenisasi, namun ada pula yang berbatu pasir.

Tokoh Desa Pasir Mayang sekaligus juru kunci makam Datuk Bejambe, Asmuni, mengatakan, julukan desa tertua ini berasal dari penduduk pertama yang tinggal di wilayah tersebut yakni dari Suku Paser.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved