Senin, 27 April 2026

Jejak Islam di Kaltim

Sosok Datu Bejambe, Leluhur Tokoh Penyebar Agama Islam di Paser

Sosoknya digambarkan mempunyai jenggot panjang hingga dijuluki Datu Bejambe. Makam Datu Bejambe terletak di dataran tinggi, Desa Pasir Mayang.

Editor: Sumarsono
Tribun Kaltim/Dwi Ardianto
Makam Datu Bejambe, terletak di dataran tinggi tak jauh dari tepi pantai di Desa Pasir Mayang. Datu Bejambe adalah seorang ulama bernama lengkap Sayyid Ahmad Maulana Khairudin yang juga diberi gelar Imam Pawah dari Kerajaan Mempawah. 

TRIBUNKALTARA.COM - Sosoknya digambarkan mempunyai jenggot panjang hingga dijuluki Datu Bejambe.

Pria yang berasal dari Kerajaan Mempawah ini konon merupkan leluhur dari ulama-ulama penyebar Islam di Kerajaan Sadurengas hingga akhirnya berganti menjadi Kesultanan Paser.

Di antara kepingan jejak sejarah, terdapat salah satu peninggalan syiar Islam di Desa Pasir Mayang, Kabupaten Paser yang saat ini masih terus dijaga masih terpelihara.

Makam Datu Bejambe, terletak di dataran tinggi tak jauh dari tepi pantai di Desa Pasir Mayang.

 Berdasarkan penelusuran Tribun Kaltim, Datu Bejambe adalah seorang ulama bernama lengkap Sayyid Ahmad Maulana Khairudin yang juga diberi gelar Imam Pawah dari Kerajaan Mempawah.

Baca juga: Makam Kuno Bertuliskan Arab Jejak Syiar Islam di Desa Pasir Mayang

Dirinya ditugaskan berdakwah menyebarkan agama Islam di Kerajaan Sadurengas, untuk kemudian menetap di Desa Pasir Mayang.

Tokoh Desa Pasir Mayang sekaligus juru kunci makam Datu Bejambe, Asmuni menggambarkan sosok Datu Bejambe yang mempunyai jenggot panjang.

“Artinya seorang ulama yang berjenggot panjang, beliau berperan untuk menyebarkan agama Islam di Desa Pasir Mayang ini,” imbuhnya.

Pintu gerbang menuju Makam Datu Bejambe di Desa Pasir Mayang, Kabupaten Paser. Selain makam Datu Bejambe di kompleks pemakaman ini masih banyak bukti penyebaran Islam di Desa Pasir Mayang.
Pintu gerbang menuju Makam Datu Bejambe di Desa Pasir Mayang, Kabupaten Paser. Selain makam Datu Bejambe di kompleks pemakaman ini masih banyak bukti penyebaran Islam di Desa Pasir Mayang. (Tribun Kaltim/Dwi Ardianto)

Tepatnya pada 1622 atas utusan dari Kesultanan Banten, Datu Bejambe datang berdakwah ke Kerajaan Sadurenges untuk melanjutkan dakwah dari Abu Mansyuh Indra Jaya.

Dia kemudian dinikahkan atau dijodohkan dengan putri Abu Mansyuh yakni Aji Putri Mitir.

Dari hasil pernikahan tersebut, mereka memperoleh dua orang putra dan seorang putri yakni Aji Sayyid Abdul Rahman, Aji Sayyid Mustafa , dan Aji Syarifah Ratna Beranak.

Selang waktu berlalu, sebagai seorang mubaligh yang dipercaya Kerajaan Sadurengas untuk menyiarkan Islam, Datu Bejambe tak lekang menyiarkan syariat-syariat Islam melalui tutus keturunannya.

Pada saat itu, Datu Bejambe memerintahkan putra pertamanya Aji Sayyid Abdul Rahman untuk memimpin menjadi mubaligh di daerah Pelabuhan Kerajaan Sadurengas, yakni Pasir Mayang dan daerah pesisir meliputi Olong Telake, Olong Tunan sampai Teluk Balikpapan.

Baca juga: Penyebaran Islam di Paser Diawali oleh Abu Mansyuh, Murid Sunan Giri

Hingga ke pesisir Selatan di Tanjung Aru, Teluk Aper dan Tanah Bumbu.

Sementara putra keduanya bernama Aji Sayyid Mustafa diperintahkan memimpin atau berdakwah di daerah paling ramai pada zaman kala itu yakni di Batu Botuk-Olong Komam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved