Jejak Islam di Kaltim
Sosok Datu Bejambe, Leluhur Tokoh Penyebar Agama Islam di Paser
Sosoknya digambarkan mempunyai jenggot panjang hingga dijuluki Datu Bejambe. Makam Datu Bejambe terletak di dataran tinggi, Desa Pasir Mayang.
TRIBUNKALTARA.COM - Sosoknya digambarkan mempunyai jenggot panjang hingga dijuluki Datu Bejambe.
Pria yang berasal dari Kerajaan Mempawah ini konon merupkan leluhur dari ulama-ulama penyebar Islam di Kerajaan Sadurengas hingga akhirnya berganti menjadi Kesultanan Paser.
Di antara kepingan jejak sejarah, terdapat salah satu peninggalan syiar Islam di Desa Pasir Mayang, Kabupaten Paser yang saat ini masih terus dijaga masih terpelihara.
Makam Datu Bejambe, terletak di dataran tinggi tak jauh dari tepi pantai di Desa Pasir Mayang.
Berdasarkan penelusuran Tribun Kaltim, Datu Bejambe adalah seorang ulama bernama lengkap Sayyid Ahmad Maulana Khairudin yang juga diberi gelar Imam Pawah dari Kerajaan Mempawah.
Baca juga: Makam Kuno Bertuliskan Arab Jejak Syiar Islam di Desa Pasir Mayang
Dirinya ditugaskan berdakwah menyebarkan agama Islam di Kerajaan Sadurengas, untuk kemudian menetap di Desa Pasir Mayang.
Tokoh Desa Pasir Mayang sekaligus juru kunci makam Datu Bejambe, Asmuni menggambarkan sosok Datu Bejambe yang mempunyai jenggot panjang.
“Artinya seorang ulama yang berjenggot panjang, beliau berperan untuk menyebarkan agama Islam di Desa Pasir Mayang ini,” imbuhnya.
Tepatnya pada 1622 atas utusan dari Kesultanan Banten, Datu Bejambe datang berdakwah ke Kerajaan Sadurenges untuk melanjutkan dakwah dari Abu Mansyuh Indra Jaya.
Dia kemudian dinikahkan atau dijodohkan dengan putri Abu Mansyuh yakni Aji Putri Mitir.
Dari hasil pernikahan tersebut, mereka memperoleh dua orang putra dan seorang putri yakni Aji Sayyid Abdul Rahman, Aji Sayyid Mustafa , dan Aji Syarifah Ratna Beranak.
Selang waktu berlalu, sebagai seorang mubaligh yang dipercaya Kerajaan Sadurengas untuk menyiarkan Islam, Datu Bejambe tak lekang menyiarkan syariat-syariat Islam melalui tutus keturunannya.
Pada saat itu, Datu Bejambe memerintahkan putra pertamanya Aji Sayyid Abdul Rahman untuk memimpin menjadi mubaligh di daerah Pelabuhan Kerajaan Sadurengas, yakni Pasir Mayang dan daerah pesisir meliputi Olong Telake, Olong Tunan sampai Teluk Balikpapan.
Baca juga: Penyebaran Islam di Paser Diawali oleh Abu Mansyuh, Murid Sunan Giri
Hingga ke pesisir Selatan di Tanjung Aru, Teluk Aper dan Tanah Bumbu.
Sementara putra keduanya bernama Aji Sayyid Mustafa diperintahkan memimpin atau berdakwah di daerah paling ramai pada zaman kala itu yakni di Batu Botuk-Olong Komam.
| Batu Indra Giri, Penanda Hubungan Diplomatik Masuknya Islam di Paser, Kalimantan Timur |
|
|---|
| Al Quran Tulisan Tangan Asli Khatib Muhammad Saleh, Jejak Penyebaran Islam di Paser |
|
|---|
| Masjid Jami Darul Ibadah, Saksi Bisu Perkembangan Islam di Ujung Selatan Kalimantan Timur |
|
|---|
| Makam Kuno Bertuliskan Arab Jejak Syiar Islam di Desa Pasir Mayang |
|
|---|
| Desa Pasir Mayang Pintu Gerbang Masuknya Islam di Kabupaten Paser |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/makam-datu-bejambe.jpg)