Jejak Islam di Kaltim
Sosok Datu Bejambe, Leluhur Tokoh Penyebar Agama Islam di Paser
Sosoknya digambarkan mempunyai jenggot panjang hingga dijuluki Datu Bejambe. Makam Datu Bejambe terletak di dataran tinggi, Desa Pasir Mayang.
Kemudian mendirikan masjid di wilayah dakwahnya, meliputi Sungai Kandilo dan Tabalong, serta pedalaman Gunung Meratus.
Melalui tutus keturunan atau zuriat Abu Mansyuh Indra Jaya dan Imam Pawah inilah dahwah Islam menyebar keseluruh Kerajaan Sadurengas.
Tahun 1703 berubah menjadi Kesultanan Paser.
Secara arsitektur, Makam Datu bejambe dibangun dengan beratapkan limas kerucut segi empat, dengan empat tiang berbahan kayu sebagai penyokong kekokohan bangunan makam yang berwarna biru mendominasi.
Dengan bilik terbuka, makam tersebut tampak dikelilingi pagar besi, dengan jirat batu keramik seraya tiga anak tangga.
Adapun nisan terbuat dari kayu yang dipoles warna hijau, kemudian helaian kain kuning pudar turut menjuntai hampir menutupi nisan.
Hingga kini, kata Asmuni, belum diketahui jelas kapan tepatnya wafat Datu Bejambe.
“Karena perlu menggali lebih jelas dulu. Termasuk perlu pembuktian antara tokoh masyarakat untuk menyatukan perspektif, itu menjadi pekerjaan rumah kami,” tambahnya.
Baca juga: Masjid Shiratal Mustaqiem, Kisah Pendirian 4 Tiang dan Syiar Islam di Samarinda
Ia mengatakan, makam dari Datu Bejambe dipastikan dalam kondisi yang terawat.
Hal ini beriringan dengan warga sekitar yang kerap melaksanakan kegiatan gotong royong untuk perawatan makam.
Pierawatan ini juga merujuk para peziarah yang berkunjung ke Makam Datu Bejambe ini.
Mengingat makam ini telah menjadi destinasi wisata religi di Desa Pasir Mayang.
Makam Datu Bejambe ini sangat disakralkan oleh masyarakat setempat, mau pun warga dari luar daerah Desa Pasir Mayang.
Hal ini dapat diketahui dari banyaknya pengunjung peziarah.
Terlebih, Asmuni menuturkan menurut cerita dari warga Kalimantan Selatan, bahwa mereka mengatakan Makam Datu Bejambe menjadi makam tertua dari para wali disana.
“Sekarang sudah banyak yang berizarah setelah mengetahui terdapat makam tertua disini. Terlebih pada Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan Bulan Syaban banyak yang berziarah ke Makam Datu Bejambe,” pungkas Asmuni.
(*)
Penulis : Ary Nindita Intan R S
Baca berita menarik Tribun Kaltara lainnya di Google News
| Batu Indra Giri, Penanda Hubungan Diplomatik Masuknya Islam di Paser, Kalimantan Timur |
|
|---|
| Al Quran Tulisan Tangan Asli Khatib Muhammad Saleh, Jejak Penyebaran Islam di Paser |
|
|---|
| Masjid Jami Darul Ibadah, Saksi Bisu Perkembangan Islam di Ujung Selatan Kalimantan Timur |
|
|---|
| Makam Kuno Bertuliskan Arab Jejak Syiar Islam di Desa Pasir Mayang |
|
|---|
| Desa Pasir Mayang Pintu Gerbang Masuknya Islam di Kabupaten Paser |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/makam-datu-bejambe.jpg)