Senin, 15 Juni 2026

Jejak Islam di Kaltim

Sosok Datu Bejambe, Leluhur Tokoh Penyebar Agama Islam di Paser

Sosoknya digambarkan mempunyai jenggot panjang hingga dijuluki Datu Bejambe. Makam Datu Bejambe terletak di dataran tinggi, Desa Pasir Mayang.

Tayang:
Editor: Sumarsono
Tribun Kaltim/Dwi Ardianto
Makam Datu Bejambe, terletak di dataran tinggi tak jauh dari tepi pantai di Desa Pasir Mayang. Datu Bejambe adalah seorang ulama bernama lengkap Sayyid Ahmad Maulana Khairudin yang juga diberi gelar Imam Pawah dari Kerajaan Mempawah. 

TRIBUNKALTARA.COM - Sosoknya digambarkan mempunyai jenggot panjang hingga dijuluki Datu Bejambe.

Pria yang berasal dari Kerajaan Mempawah ini konon merupkan leluhur dari ulama-ulama penyebar Islam di Kerajaan Sadurengas hingga akhirnya berganti menjadi Kesultanan Paser.

Di antara kepingan jejak sejarah, terdapat salah satu peninggalan syiar Islam di Desa Pasir Mayang, Kabupaten Paser yang saat ini masih terus dijaga masih terpelihara.

Makam Datu Bejambe, terletak di dataran tinggi tak jauh dari tepi pantai di Desa Pasir Mayang.

 Berdasarkan penelusuran Tribun Kaltim, Datu Bejambe adalah seorang ulama bernama lengkap Sayyid Ahmad Maulana Khairudin yang juga diberi gelar Imam Pawah dari Kerajaan Mempawah.

Baca juga: Makam Kuno Bertuliskan Arab Jejak Syiar Islam di Desa Pasir Mayang

Dirinya ditugaskan berdakwah menyebarkan agama Islam di Kerajaan Sadurengas, untuk kemudian menetap di Desa Pasir Mayang.

Tokoh Desa Pasir Mayang sekaligus juru kunci makam Datu Bejambe, Asmuni menggambarkan sosok Datu Bejambe yang mempunyai jenggot panjang.

“Artinya seorang ulama yang berjenggot panjang, beliau berperan untuk menyebarkan agama Islam di Desa Pasir Mayang ini,” imbuhnya.

Pintu gerbang menuju Makam Datu Bejambe di Desa Pasir Mayang, Kabupaten Paser. Selain makam Datu Bejambe di kompleks pemakaman ini masih banyak bukti penyebaran Islam di Desa Pasir Mayang.
Pintu gerbang menuju Makam Datu Bejambe di Desa Pasir Mayang, Kabupaten Paser. Selain makam Datu Bejambe di kompleks pemakaman ini masih banyak bukti penyebaran Islam di Desa Pasir Mayang. (Tribun Kaltim/Dwi Ardianto)

Tepatnya pada 1622 atas utusan dari Kesultanan Banten, Datu Bejambe datang berdakwah ke Kerajaan Sadurenges untuk melanjutkan dakwah dari Abu Mansyuh Indra Jaya.

Dia kemudian dinikahkan atau dijodohkan dengan putri Abu Mansyuh yakni Aji Putri Mitir.

Dari hasil pernikahan tersebut, mereka memperoleh dua orang putra dan seorang putri yakni Aji Sayyid Abdul Rahman, Aji Sayyid Mustafa , dan Aji Syarifah Ratna Beranak.

Selang waktu berlalu, sebagai seorang mubaligh yang dipercaya Kerajaan Sadurengas untuk menyiarkan Islam, Datu Bejambe tak lekang menyiarkan syariat-syariat Islam melalui tutus keturunannya.

Pada saat itu, Datu Bejambe memerintahkan putra pertamanya Aji Sayyid Abdul Rahman untuk memimpin menjadi mubaligh di daerah Pelabuhan Kerajaan Sadurengas, yakni Pasir Mayang dan daerah pesisir meliputi Olong Telake, Olong Tunan sampai Teluk Balikpapan.

Baca juga: Penyebaran Islam di Paser Diawali oleh Abu Mansyuh, Murid Sunan Giri

Hingga ke pesisir Selatan di Tanjung Aru, Teluk Aper dan Tanah Bumbu.

Sementara putra keduanya bernama Aji Sayyid Mustafa diperintahkan memimpin atau berdakwah di daerah paling ramai pada zaman kala itu yakni di Batu Botuk-Olong Komam.

Kemudian mendirikan masjid di wilayah dakwahnya, meliputi Sungai Kandilo dan Tabalong, serta pedalaman Gunung Meratus.

Melalui tutus keturunan atau zuriat Abu Mansyuh Indra Jaya dan Imam Pawah inilah dahwah Islam menyebar keseluruh Kerajaan Sadurengas.

Tahun 1703 berubah menjadi Kesultanan Paser.

Masjid Jami Adji Amir Hasanudin atau yang dulu dikenal dengan Masjid Sultan dikunjungi Tribun Kaltim akhir Februari 2024 kemarin. Masjid yang sudah berusia lebih dari satu abad ini menjadi saksi perjalanan syiar islam di Kutai Kartanegara.
Masjid Jami Adji Amir Hasanudin atau yang dulu dikenal dengan Masjid Sultan dikunjungi Tribun Kaltim akhir Februari 2024 kemarin. Masjid yang sudah berusia lebih dari satu abad ini menjadi saksi perjalanan syiar islam di Kutai Kartanegara. (Tribun Kaltim/Dwi Ardianto)

Secara arsitektur, Makam Datu bejambe dibangun dengan beratapkan limas kerucut segi empat, dengan empat tiang berbahan kayu sebagai penyokong kekokohan bangunan makam yang berwarna biru mendominasi.

Dengan bilik terbuka, makam tersebut tampak dikelilingi pagar besi, dengan jirat batu keramik seraya tiga anak tangga.

Adapun nisan terbuat dari kayu yang dipoles warna hijau, kemudian helaian kain kuning pudar turut menjuntai hampir menutupi nisan.

Hingga kini, kata Asmuni, belum diketahui jelas kapan tepatnya wafat Datu Bejambe.

 “Karena perlu menggali lebih jelas dulu. Termasuk perlu pembuktian antara tokoh masyarakat untuk menyatukan perspektif, itu menjadi pekerjaan rumah kami,” tambahnya.

Baca juga: Masjid Shiratal Mustaqiem, Kisah Pendirian 4 Tiang dan Syiar Islam di Samarinda

Ia mengatakan, makam dari Datu Bejambe dipastikan dalam kondisi yang terawat.

Hal ini beriringan dengan warga sekitar yang kerap melaksanakan kegiatan gotong royong untuk perawatan makam.

Pierawatan ini juga merujuk para peziarah yang berkunjung ke Makam Datu Bejambe ini.

Mengingat makam ini telah menjadi destinasi wisata religi di Desa Pasir Mayang.

Makam Datu Bejambe ini sangat disakralkan oleh masyarakat setempat, mau pun warga dari luar daerah Desa Pasir Mayang.

Hal ini dapat diketahui dari banyaknya pengunjung peziarah.

Terlebih, Asmuni menuturkan menurut cerita dari warga Kalimantan Selatan, bahwa mereka mengatakan Makam Datu Bejambe menjadi makam tertua dari para wali disana.

“Sekarang sudah banyak yang berizarah setelah mengetahui terdapat makam tertua disini. Terlebih pada Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan Bulan Syaban banyak yang berziarah ke Makam Datu Bejambe,” pungkas Asmuni.

(*)

Penulis : Ary Nindita Intan R S

Baca berita menarik Tribun Kaltara lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved