Opini
Likuiditas Perekonomian Indonesia: Pertumbuhan M2 yang Menggembirakan
Pertumbuhan likuiditas perekonomian Indonesia, yang diukur dengan uang beredar dalam arti luas (M2), menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan.
Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,S.Th.,M.M
Direktur Politeknik Bisnis Kaltara
Anggota Forum Komunikasi Akademisi Penulis Populer Kebijakan BI
LIKUIDITAS perekonomian Indonesia menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan.
Mengutip dari laporan publish Bank Indonesia pada Infografis Uang Beredar Juni 2025, bahwa Pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2025 mencapai 6,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Mei 2025 sebesar 4,9 persen (yoy).
Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia terus bergerak maju dan stabil.
Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pertumbuhan M2 yang menggembirakan ini dan implikasinya terhadap perekonomian Indonesia.
Apakah pertumbuhan M2 ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, ataukah akan menimbulkan risiko inflasi dan keuangan?
Pertumbuhan likuiditas perekonomian Indonesia, yang diukur dengan uang beredar dalam arti luas (M2), menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan.
Pada Juni 2025, M2 tumbuh sebesar 6,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Mei 2025 sebesar 4,9 persen (yoy). Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia terus bergerak maju dan stabil.
Faktor yang Mendorong Pertumbuhan M2
Pertumbuhan M2 pada Juni 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Pertumbuhan Uang Beredar Sempit (M1): M1 tumbuh sebesar 8,0 persen (yoy), yang menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepercayaan diri untuk menggunakan uang tunai dan melakukan transaksi.
- Pertumbuhan Uang Kuasi: Uang kuasi tumbuh sebesar 4,7 % (yoy), yang menunjukkan bahwa masyarakat juga memiliki kepercayaan diri untuk menyimpan uang di bank dan melakukan investasi.
- Penyaluran Kredit: Penyaluran kredit pada Juni 2025 tumbuh sebesar 7,6 % (yoy), yang menunjukkan bahwa sektor perbankan terus mendukung pertumbuhan ekonomi.
- Aktiva Luar Negeri Bersih: Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 3,9 % , yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki cadangan devisa yang stabil.
Implikasi terhadap Perekonomian
Pertumbuhan M2 yang menggembirakan ini memiliki implikasi positif terhadap perekonomian Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Dr-Anna.jpg)