Berita Malinau Terkini
Mulai Berjalan di Malinau Kaltara, Warga Nilai MBG Perlu Prioritaskan Siswa Sekolah Dasar
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Kabupaten Malinau mulai dilaksanakan di sejumlah sekolah pekan ini.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Kabupaten Malinau, Kaltara mulai dilaksanakan di sejumlah sekolah pekan ini.
Peluncuran perdananya telah dilaksanakan pada Senin (4/8/2025) lalu dengan target 3 sekolah, yakni siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan).
Ada 2.140 siswa yang menjadi target awal pelaksanaannya. Meski disambut positif, warga menilai prioritas program MBG harusnya menyasar anak usia sekolah dasar.
Ibu rumah tangga di Malinau Kota, Syafriani menyebut program ini merupakan langkah baik pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Baca juga: Layani 2.140 Siswa Malinau Kaltara, Penyedia Ungkap Menu dan Biaya MBG, Total Per Hari Rp 21,4 Juta
Hanya dari segi efisiensi, program serupa seharusnya menyasar anak usia sekolah di masa pertumbuhan awal.
“Sebenarnya menurut saya, lebih bagus sasarannya anak SD dulu. Dibanding SMA, karena porsinya juga masih cukup sedikit," ungkapnya, Rabu (6/8/2025).
Dia mengapresiasi adanya program tersebut.
Selain sasaran, keberlanjutannya diperlukan khususnya pada sisi keamanan pangan.
Warga menilai siswa tingkat dasar lebih layak menjadi penerima manfaat karena sebagian besar belum bisa mengatur pola makan sendiri.
“Anak SD itu lebih rentan. Mereka belum tahu mana makanan sehat dan mana yang tidak. Jadi seharusnya mereka diprioritaskan,” kata Rachmat Mustakim, warga Malinau Hulu.
Saat ini, program MBG difokuskan pada tiga sekolah menengah di Kecamatan Malinau Kota, yakni SMPN 1, SMAN 1, dan SMKN 2 dengan total penerima 2.140 siswa.
Baca juga: Hari Pertama MBG di Malinau Kaltara, Dinas Pendidikan Evaluasi Kendala Durasi dan Teknis Distribusi
Sementara ini, program telah berjalan dengan cakupan terbatas untuk 3 sekolah.
Meski saat ini belum ada rencana perluasan, masyarakat berharap sasaran dapat diarahkan pada prioritas.
Termasuk keamanan pangan perlu diutamakan agar tak ada peristiwa keracunan MBG seperti di wilayah lainnya.
Penulis: Mohammad Supri
| Harga LPG Non Subsidi 5 Kg di Malinau Naik Jadi Rp 145 Ribu, Pengecer Sebut Untung Sedikit |
|
|---|
| Kenaikan Harga LPG Non Subsidi hingga Rp 20 Ribu di Kabupaten Malinau, Agen Sebut Stok Masih Ada |
|
|---|
| Pemilihan Ketua RT Serentak di Malinau Dijadwalkan 4 Mei 2026, Pemilih Dapat Dispensasi Masuk Kerja |
|
|---|
| Sektor Pertanian di Kabupaten Malinau Serap 43,48 Persen Pekerja, Masih Didominasi Warga Lokal |
|
|---|
| Sepuluh Paket Pekerjaan Strategis Malinau 2026 Masuk Tahap Pengawasan Intensif Inspektorat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Program-MBG-di-Malinau-srfhfs.jpg)