Kamis, 23 April 2026

DPRD Kaltara

DPRD Kaltara Soroti Peran BLK, Kunci Siapkan Tenaga Kerja Lokal Hadapi Industri Hijau

Anggota Komisi I DPRD Kaltara, Hermanmenekankan pentingnya optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), ujung tombak menyiapkan tenaga kerja lokal.

ARSIP - TribunKaltara.com/Desi Kartika Ayu
DORONG OPTIMALISASI BLK - Aktivitas di kawasan Industri PT KIPI di Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kaltara. DPRD Kaltara menekankan pentingnya optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai ujung tombak dalam menyiapkan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan industri, Jumat (10/4/2026). 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Herman, menekankan pentingnya optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai ujung tombak dalam menyiapkan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan industri, khususnya di kawasan industri hijau Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan.

Menurutnya, keberadaan BLK tidak boleh hanya sebatas formalitas, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan, terutama dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah berkembang di wilayah tersebut.

"BLK harus difungsikan secara maksimal dengan pelatihan berbasis kebutuhan industri. Apa yang dibutuhkan oleh perusahaan, itu yang harus dilatih. Dengan begitu, tenaga kerja lokal benar-benar siap pakai," ungkap Herman, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Pansus I DPRD Kaltara Matangkan Raperda Penghargaan Daerah, Dorong Sistem Apresiasi Lebih Terukur

Herman menilai, jika BLK dikelola secara optimal, maka peluang masyarakat lokal untuk terlibat dalam pembangunan akan semakin besar. Hal ini sekaligus menjadi solusi agar tenaga kerja dari luar daerah tidak mendominasi.

Ia juga menegaskan peningkatan keterampilan melalui BLK harus dibarengi dengan sertifikasi yang sesuai standar industri, sehingga tenaga kerja lokal memiliki daya saing.

"Kita tidak bisa hanya berharap prioritas tanpa kesiapan. BLK ini harus jadi tempat mencetak tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi," tegasnya.

Herman mengungkapkan DPRD Kaltara terus mendorong pemerintah provinsi Kalimantan Utara agar lebih serius dalam memperkuat peran BLK, termasuk dengan menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri.

Selain itu, ia meminta perusahaan turut terlibat aktif dalam penyusunan program pelatihan agar terjadi keselarasan antara kebutuhan industri dan kemampuan tenaga kerja lokal.

"Harus ada sinergi antara pemerintah dan perusahaan. Dengan begitu, BLK bisa benar-benar menjadi jembatan antara tenaga kerja lokal dan kebutuhan industri," jelasnya.

Herman menekankan, keberhasilan BLK dalam menyiapkan tenaga kerja tidak hanya berdampak pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga menentukan sejauh mana masyarakat lokal dapat menikmati manfaat pembangunan di daerahnya sendiri.

"Kalau BLK berjalan optimal, maka tenaga kerja lokal tidak akan tersisih. Mereka justru menjadi pelaku utama dalam pembangunan di Kaltara," pungkasnya.

(adv)

Penulis: Desi Kartika Ayu Nuryana

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved