Kamis, 14 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

Fokus Pengurus Baru PGRI Malinau Kaltara: Perluas Ranting Hingga Solidaritas Kesejahteraan Guru

Pengurus baru  Persatuan Guru Republik Indonesia Malinau periode 2025-2030 telah dilantik menggantikan pengurus periode sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
PENGURUS BARU - Ketua PGRI Malinau periode 2025-2030, Daud Impung, saat diwawancarai usai pelantikan di Malinau, Selasa (26/8/2025). Beberapa prioritas awalnya berkaitan dengan rencana perluasan ranting   (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Pengurus baru  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malinau, Kaltara periode 2025-2030 telah dilantik menggantikan pengurus periode sebelumnya, pada Selasa (26/8/2025).

Pada periode 2025-2030, Daud Impung dipilih sebagai Ketua PGRI Malinau 2025. Daud merupakan guru sekaligus Kepala Sekolah SMPN 1 Malinau Kota.

Sejumlah fokus baru organisasi guru tersebut disiapkan menyongsong kepengurusannya 5 tahun mendatang. 

Mulai dari memperkuat hubungam internal hingga komitmen memperjuangkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan di Malinau.

Baca juga: PGRI Anugerahi Maylenty Wempi Bunda Guru Pertama di Malinau: Kepercayaan yang Luar Biasa

 Usai dilantik, ia langsung memaparkan fokus utama kepengurusannya yang baru, yakni memperkuat solidaritas dan meningkatkan kesejahteraan guru di seluruh wilayah Malinau.

"Di awal kita berencana memprioritaskan penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Saat ini sudah ada 10 ranting terbentung dan PR kita ada 5 lagi yang perlu dibentuk," ungkapnya saat ditemui seusai pelantikan, Selasa (26/8/2025).

PGRI berencana untuk segera membentuk lima ranting PGRI di tingkat kecamatan yang saat ini belum ada, melengkapi sepuluh ranting yang sudah terbentuk.

Selain itu,  juga akan dilakukan pendataan keanggotaan agar memiliki data guru yang mutakhir. Isu krusial yang menjadi perhatian utamanya adalah peningkatan kesejahteraan para guru, termasuk para pengajar PAUD. 

Daud Impung menegaskan bahwa PGRI akan secara aktif memberikan masukan kepada Bupati Malinau mengenai kebutuhan para guru

"Harapan kita agar pemerintah daerah dapat mengalokasikan insentif bagi para guru, mengingat insentif dari provinsi kini sudah tidak tersedia lagi," katanya.

Komitmen Daud Impung untuk memangkas kesenjangan dan memastikan tidak ada guru yang termarginalkan didasari oleh pengalamannya sendiri. 

Dia memulai karier sebagai guru honorer pada tahun 2000 dan diangkat menjadi CPNS di Malinau pada 2006.

Baca juga: Momen Peringatan Hardiknas, Ketua PGRI Nunukan Kaltara Harap Pemerintah Tingkatkan Kualitas Guru

Pengalamannya bertugas selama belasan tahun di daerah pedalaman dan perbatasan, seperti di Kecamatan Kayan Hilir dan Malinau Selatan, membuatnya sangat memahami berbagai kendala yang dihadapi para guru di daerah terpencil.

"Terkait dengan akses, komunikasi, transportasi, dan biaya hidup yang mahal, itu yang menjadi kendala besar bagi kita di daerah perbatasan," ungkapnya.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved