Berita Nunukan Terkini
Kembangkan Batik Khas Daerah, Warga Binaan Lapas Nunukan Peroleh Apresiasi
Sukses mengembangkan batik khas daerah, Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Nunukan peroleh apresiasi.
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Amiruddin
Ringkasan Berita:
- Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ) Lapas Nunukan berhasil menciptakan batik khas Nunukan melalui program pembinaan kemandirian.
- Motif batik menggabungkan unsur budaya lokal seperti Lundayeh, Langala, Tahol, Tidung Bulungan, serta sejarah terbentuknya Kabupaten Nunukan.
- Kepala Lapas Nunukan Donny Setiawan menyebut batik karya WBP telah diapresiasi hingga dipakai pimpinan tinggi Ditjenpas dan akan terus dikembangkan untuk memperkuat identitas budaya daerah.
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ) di Lapas Nunukan, Kalimantan Utara, benar-benar bikin kagum.
Tak sekadar menjalani pembinaan, para WBP justru berhasil menciptakan batik khas Nunukan yang kini mulai diperhitungkan sebagai identitas budaya daerah.
Melalui program kemandirian, Lapas Nunukan mengembangkan pelatihan membatik yang menghasilkan berbagai motif unik.
Baca juga: Malam-malam Lapas Nunukan Digerebek, Petugas Gabungan Sasar Kamar Hunian Warga Binaan
Karya tersebut merupakan perpaduan motif LaNuka dengan batik khas Nunukan seperti Lundayeh, Langala (Tenggalan), Tahol (Taghol), Tidung Bulungan (Lulantatibu), yang kemudian dikombinasikan dengan ciri khas Lapas Nunukan.
Tak hanya itu, motif batik tersebut juga digali dari sejarah awal terbentuknya Kabupaten Nunukan, serta keberagaman suku dan budaya lokal yang ada di wilayah perbatasan Kalimantan Utara itu.
Kepala Lapas Nunukan, Donny Setiawan, mengaku bangga dengan hasil karya para WBP, yang kini bahkan sudah mendapat pengakuan di tingkat lebih tinggi.
Ia menyebut, batik karya warga binaan tersebut pernah digunakan oleh jajaran pimpinan tinggi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
“Kami sangat bangga, hasil karya WBP ini sudah diapresiasi.
Bahkan pimpinan tinggi Ditjenpas pernah mengenakan batik khas Kalimantan Utara hasil karya warga binaan kami,” ujar Donny Setiawan, kepada TribunKaltara.com, Kamis (14/5/2026).
Baca juga: 51 Warga Binaan Lapas Nunukan Ikut Sekolah Paket A hingga C di PKBM Lanuka, Edo: Senang Bisa Belajar
Menurut Donny Setiawan, Lapas Nunukan ke depan akan terus mengembangkan motif batik khas Nunukan hasil produksi WBP, agar bisa dipatenkan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Lapas Nunukan
Nunukan
Kalimantan Utara
batik
WBP
Warga Binaan Pemasyarakatan
TribunKaltara.com
Donny Setiawan
| Sampai Kapan KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu Docking? Ini Bocoran Terbaru Kepala Pelni Nunukan |
|
|---|
| Sapi Kurban dari Parepare Mulai Banjiri Nunukan Jelang Idul Adha, Balai Karantina tak Diam |
|
|---|
| Warga Nunukan Perlu Ketahui, Begini Cara Petugas Pastikan Hewan Kurban Sehat Jelang Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Wagub Kaltara Soroti Kedaulatan hingga Infrastruktur di Kawasan Perbatasan Nunukan |
|
|---|
| 157 PMI Deportasi dari Malaysia Tiba di Nunukan Kaltara, Ini Kasus Terbanyak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Warga-Binaan-Pemasyarakatan-WBP-Lapas-Nunukan-saat-mengikuti-kegiatan-membatik.jpg)