Berita Nunukan Terkini
Koperasi Desa Merah Putih di Nunukan Kaltara Masih Alami Hambatan, DKUKMPP Beber Alasan
Upaya pemerintah dalam membentuk Kopdes Merah Putih diwilayah perbatasan RI-Malaysia hingga kini masih mengalami berbagai hambatan.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Upaya pemerintah dalam membentuk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih diwilayah perbatasan RI-Malaysia hingga kini masih mengalami berbagai hambatan.
Menurut Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perinsudtrian (DKUKMPP) sebagian besar koperasi yang telah terbentuk belum dapat beroperasi secara optimal lantaran masih terhambat proses verifikasi data berbasis digital.
Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai bentuk dukungan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan RI–Malaysia, masih menghadapi sejumlah hambatan.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Nunukan, Sabri, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat 171 koperasi di Nunukan yang statusnya masih dalam tahap penyesuaian.
Baca juga: Kopdes Pertama di Tana Tidung Resmi Berdiri di Desa Sepala Dalung, Tawarkan Harga Murah Bagi Warga
“Kami masih menunggu proses verifikasi melalui microsite untuk Kopdes Merah Putih. Tanpa itu, koperasi belum bisa berjalan penuh,” ujar Sabri kepada Tribunkaltara.com, Selasa (30/09/2025) siang.
Menurutnya, microsite merupakan sistem berbasis web yang berfungsi sebagai identitas digital resmi koperasi. Platform ini memuat data lengkap, mulai dari profil organisasi, struktur kepengurusan, laporan keuangan, hingga catatan kegiatan.
"Verifikasi melalui sistem tersebut menjadi syarat utama agar koperasi dapat mengakses pembiayaan perbankan maupun menjalin kemitraan dengan lembaga usaha lain. Sederhananya, microsite adalah tiket resmi koperasi untuk mendapatkan modal dan memperluas akses pasar,” tegas Sabri.
Sabri menekankan, digitalisasi koperasi merupakan langkah yang tidak dapat ditunda. Selain memberikan transparansi kepada anggota, sistem ini juga memudahkan pengawasan pemerintah dan membuka peluang kemitraan usaha.
“Era sekarang koperasi harus ikut bertransformasi, tidak bisa lagi dengan pola lama. Tanpa itu, akan sulit berkembang,” tambahnya.
Meski demikian, Ia menyebut ada beberapa Kopdes Merah Putih di Nunukan yang sudah mulai beroperasi. Namun koperasi tersebut pada dasarnya merupakan koperasi lama yang telah aktif sebelumnya dan hanya menyesuaikan regulasi terbaru.
"Sementara itu, koperasi yang benar-benar baru masih harus melengkapi berbagai persyaratan, mulai dari kelengkapan administrasi hingga kesiapan sumber daya manusia," jelasnya.
Baca juga: Dua Kopdes Merah Putih Resmi Beroperasi, Sediakan Produk Sesuai Kebutuhan Masyarakat
Di Nunukan, mayoritas koperasi bergerak di sektor yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, seperti pengelolaan perkebunan kelapa sawit, penyaluran pupuk, penyediaan sembako, hingga usaha simpan pinjam. Kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan dapat mengelola sektor-sektor tersebut secara lebih profesional dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
“Harapan kami, Kopdes Merah Putih bisa menjadi sarana bagi masyarakat desa untuk lebih mandiri secara ekonomi. Tetapi tentu saja ini membutuhkan proses, mulai dari pembenahan data, penerapan sistem digital, hingga kesiapan pengurus di lapangan,” pungkasnya.
Penulis: Febrianus Felis
| Harga Pertamax Naik, DPRD Malinau Desak Distribusi BBM Subsidi Harus Diawasi, Begini Alasannya |
|
|---|
| Operasi Patuh Kayan 2026 Ditunda Sementara, Polres Nunukan Tunggu Jadwal Baru dari Mabes Polri |
|
|---|
| BNN Nunukan Bongkar Fakta Pengguna Narkoba Punya Hak Dua Kali Rehabilitasi, Begini Penjelasannya |
|
|---|
| Ringgit Menguat, 2.286 Orang WNA Malaysia Serbu Nunukan, Terjadi Lonjakan Lebih dari Dua Kali Lipat |
|
|---|
| Penerima Bantuan Pangan di Nunukan Timur Naik 300 Persen, Lurah Sebut Banyak Warga Layak Terima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Kepala-DKUKMPP-Nunukan-Sabri-300925.jpg)