Berita Kaltara Terkini
Iming-Iming Gaji Besar, Kasus TPPO di Perbatasan Kian Marak, Polda Kaltara Perkuat Satgas
Maraknya kasus TPPO di perbatasan, Kapolda Kaltara perkuat Satgas TPPI. Diakui Kapolda iming-iming gaji besar di luar negeri jadi penyebab.
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Polda Kaltara menyoroti maraknya kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah perbatasan.
Ironisnya, banyak korban yang terjebak bukan karena paksaan, melainkan akibat iming-iming pekerjaan dengan gaji besar di luar negeri.Hal inilah yang menjadi salah satu faktor maraknya kasus TPPO diwilayah perbatasan.
Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menyebutkan bahwa tawaran yang tampak menggiurkan itu justru menjadi pintu masuk jeratan jaringan perdagangan manusia, utamanya diwilayah perbatasan.
“Mereka dijanjikan hidup sejahtera di luar negeri. Namun kenyataannya berbeda, justru jadi mimpi buruk karena disiksa dan diperlakukan tidak manusiawi,” ungkap Kapolda Kaltara, Rabu (1/10/2025).
Baca juga: Pemberantasan Narkoba dan TPPO Jadi Perhatian Kapolda Kaltara: Kalau Ada Oknum Bermain Diberhentikan
“Mereka dijanjikan hidup sejahtera di luar negeri. Namun kenyataannya berbeda, justru jadi mimpi buruk karena disiksa dan diperlakukan tidak manusiawi,” ucap Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, Rabu (1/10/2025).
Irjen Pol Djati Wiyoto juga mengatakan tidak sedikit korban yang akhirnya kehilangan kontak dengan keluarga di kampung halaman. Sehingga kondisi ini membuat orang tua, istri, hingga anak korban tidak dapat menerima kabar korban.
“Banyak keluarga yang kebingungan karena tidak bisa berkomunikasi lagi dengan korban. Dan setelah dilakukan pengecekan ternyata masuk TPPO,” tambahnya.
Irjen Pol Djati Wiyoto menegaskan, pemberantasan TPPO saat ini menjadi prioritas utama kepolisian selain narkotika. Polda Kaltara mendapat instruksi langsung dari Kapolri untuk memperkuat Satgas TPPO, terutama di kawasan rawan perbatasan Kaltara.
“Kaltara adalah wilayah yang rawan. Kami akan menempatkan penanganan TPPO ini sebagai prioritas agar warga terlindungi dari jeratan sindikat. Ini sesuai dengan instruksi dari Pak Kapolri untuk segera membentuk Satgas TPPO,” tegasnya.
Baca juga: Polisi Ungkap 9 Kasus TPPO di Perbatasan Kaltara, Tangkap 7 Tersangka dan Selamatkan 82 Korban
Lebih lanjut, Djati mengungkapkan jika fenomena meningkatnya kasus TPPO di Kaltara ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar lebih waspada.
"Jadi jika ada tawaran kerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi sebaiknya diteliti dengan cermat. Jangan sampai janji manis berujung pada penderitaan panjang di negeri orang," tandasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu Nuryana
| Penerbangan Perintis Tanjung Selor–Long Apung Beroperasi Hari Ini, Jadwal Keberangkatan Tiap Jumat |
|
|---|
| Wajah Baru Lapangan Tenis Ahmad Yani Tanjung Selor, Kini Terlihat Lebih Modern, Zainal: Harus Dijaga |
|
|---|
| Rakornis Perhubungan 2026 Resmi Dibuka, Kaltara Fokus Perkuat Konektivitas hingga Perbatasan |
|
|---|
| Pendaftaran Calon Ketum Kadin Kaltara Dibuka 1-15 Mei 2026, Panitia Harap Banyak Kandidat Daftar |
|
|---|
| Pengadaan Barang Jasa Jadi Kunci Pembangunan, Wakil Gubernur Kaltara Tekankan Peran PA dan KPA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Kapolda-Kaltara-01102025jpg.jpg)