Berita Kaltara Terkini
Inflasi Tertinggi Kaltara pada September 2025 Terjadi di Tanjung Selor, Sebesar 2,32 Persen
Beradasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik ) Kaltara, inflasi tertinggi pada September 2025 di Kalimantan Utara terjadi di Tanjung Selor.
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR -Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat, pada September 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Utara sebesar 2,32 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,65.
Dalam rilisnya pada Jumat (03/10/2025), Kepala BPS Kaltara Mas'ud Rifai mengungkapkan, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 2,74 persen, dengan IHK sebesar 107,42. Sedang inflasi terdalam terjadi di Nunukan sebesar 1,84 persen dengan IHK sebesar 109,07.
Disebutkan, inflasi y-on-y di Provinsi Kalimantan Utara terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,50 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,73 persen.
Kemudian kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 8,31 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,11 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,88 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,08 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,47 persen.
Baca juga: Gerakan Pangan Murah di Tana Tidung Kaltara Sasar Masyarakat Kurang Mampu dan Tekan Inflasi
Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok pakaian dan alas kaki deflasi sebesar 0,10 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga deflasi sebesar 0,50 persen; kelompok transportasi deflasi sebesar 2,04 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi sebesar 0,11 persen.
Berbeda dengan indeks harga konsumen (IHK) Kaltara tahunan atau YoY, untuk perbandingan per bulan atau month to month (m-to-m), mengalami deflasi sebesar 0,01 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,83 persen, dibandingkan Agustus 2025 atau bulan sebelumnya.
Mas’ud Rifai mengatakan, dari hasil pantauan yang dilakukan oleh pihaknya di lapangan, cabai rawit masuk dalam lima komoditas yang memberikan andil atau sumbangan tertinggi deflasi bulanan pada September 2025.
“Lima komoditas yang memberi andil terhadap deflasi Kaltara pada September 2025 meliputi cabai rawit 0,03 persen, tomat 0,03 persen, angkutan udara 0,05 persen, bawang merah 0,07 persen, serta ikan layang 0,07 persen,” ujar Mas’ud pada Jumat (03/10/2025).
Sementara untuk lima komoditas penyumbang terbesar terhadap inflasi Kaltara, itu terjadi pada peningkatan harga emas perhiasan dengan andil 0,09 persen, daging ayam ras 0,04 persen, air kemasan 004 persen, sawi hijau 0,02 persen, serta bayam 0,02 persen.
Mas’ud menyampaikan, jika diamati berdasarkan kelompok pengeluaran secara bulanan, untuk inflasi tertinggi pada September 2025 berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang dalam hal ini dipicu oleh naiknya harga emas.
“Kemudian, untuk deflasi yang tertinggi salah satunya kelompok transportasi. Itu mengalami deflasi 0,39 persen,” sebutnya.
Selain itu, Mas’ud juga menyampaikan bahwa jika melihat tren secara bulanan pada tiga tahun terakhir ini, terlihat konsisten untuk September yang biasanya dimulai pada Agustus inflasi Kaltara memang cukup rendah.
“Potretnya jika dilihat tiga tahun ke belakang, kondisi stabil di September 2025,” ungkapnya.
(*)
Penulis: Edy Nugroho
BPS Kaltara
inflasi
Kalimantan Utara
IHK
Tanjung Selor
Nunukan
kelompok
kenaikan
penurunan
Kaltara
TribunKaltara.com
| 3 Nama Bersaing Perebutkan Kursi Ketua Kadin Kaltara, Muprov Digelar Juni |
|
|---|
| DPRD Kaltara Soroti Antrean BBM Subsidi, Muddain: Harus Ditangani Secara Sistematis |
|
|---|
| Antrean BBM di Kalimantan Utara tak Kunjung Usai, Ketua DPRD Desak Pertamina Tambah Kuota |
|
|---|
| BBM di Wilayah Perbatasan Masih Langka, DPRD Kaltara Soroti Distribusi hingga Pengawasan |
|
|---|
| Anggota DPRD Kaltara Dino Andrian Serap Aspirasi Nelayan di Tarakan, Usulan Diklaim Masuk APBD 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Pasar-Induk-Tanjung-Selor-01-03102025jpg.jpg)