Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Penjual Kembang Api di Tanjung Selor Kaltara Termenung Jelang Pergantian Tahun, Sepi Pembeli

Larangan pesta kembang api, memupus harapan pedagang musiman di Tanjung Selor Kaltara, tak bisa tambah penghasilan lantaran pembeli sepi.

Tayang:
TribunKaltara.com/Desi Kartika Ayu
SEPI PEMBELI - Penjual Kembang Api, Anita termenung lantaran sepi pembeli menjelang pergantian tahun, di persimpangan Jalan Sengkawit–Durian, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Rabu (31/12/2025). 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Menjelang pergantian tahun, suasana di persimpangan Jalan Sengkawit–Durian, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, terasa muram.

Di lapak sederhana berukuran 2x2 meter, berbagai jenis kembang api tersusun rapi, namun tak satu pun menarik minat pembeli.

Di tengah riuh kendaraan yang hanya melintas, Anita (32), pedagang musiman, duduk termenung. Sesekali ia merapikan dagangan, sesekali memainkan ponsel, menunggu harapan yang tak kunjung datang.

Hingga H-4 pergantian tahun, belum ada pembeli yang sekadar bertanya harga atau jenis kembang api yang dijajakan.

Biasanya, malam pergantian tahun menjadi momen emas bagi pedagang musiman untuk menambah penghasilan.

Dentuman kembang api di langit bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga sumber rezeki tambahan. Namun tahun ini berbeda. Pemerintah pusat mengimbau agar pesta kembang api ditiadakan sebagai bentuk kepedulian atas bencana yang melanda Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

31122025 penjual kembang api 01
SEPI PEMBELI - Kembang Api yang dijual Anita di persimpangan Jalan Sengkawit–Durian, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Rabu (31/12/2025). Pedagang kembang api mengeluh sepi pembeli lantaran kebijakan larangan pesta pora dari pemerintah pusat.

Baca juga: Kapolda Kaltara Larang Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru, Imbau Masyarakat Doa Bersama

"Tahun ini sepi sekali, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan saya H-2 akhir tahun ini belum ada pembeli sama sekali," kata Anita sambil terus merapikan dagangannya, Rabu (31/12/2025).

Anita mengaku tak mengetahui adanya larangan pesta kembang api.

"Nah saya tidak tahu kalau ada himbauan, mungkin ini jadi salah satu faktornya. Tapi sepertinya ekonomi juga sedang lesu makanya daya beli menurun," ujarnya.

Kebijakan larangan pesta pora membuat suasana pergantian tahun di Kaltara lebih sederhana.

Pemerintah Provinsi memilih menggelar tausiyah dan doa bersama untuk menyambut tahun 2026.

Namun bagi pedagang musiman seperti Anita, kebijakan melarang pesta pora kembang api berarti hilangnya peluang menambah penghasilan.

Lapak yang biasanya ramai menjelang malam pergantian tahun kini justru sunyi.

Harapan untuk meraup keuntungan musiman pupus, digantikan rasa pasrah menghadapi sepinya pembeli di penghujung tahun.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved