Berita Kaltara Terkini
Kadis Sosial Kaltara Jelaskan Nasib PKH Pasca Anggaran Transfer ke Daerah Dipangkas
Berikut ini penjelasan Kadis Sosial Kaltara Obed Daniel soal nasib PKH pasca pemotongan anggaran transfer ke daerah.
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Amiruddin
Ringkasan Berita:
- Program Keluarga Harapan (PKH) dipastikan aman dari pemotongan anggaran TKD dalam APBD 2026 karena dikelola langsung oleh Kementerian Sosial.
- Pendamping PKH dituntut meningkatkan kinerja dengan target graduasi, yaitu keluarga penerima manfaat keluar dari garis kemiskinan; tercatat 133 keluarga secara nasional telah tergraduasi.
- Untuk wilayah Kalimantan Utara, Dinsos belum menerima data valid terkait graduasi PKH, masih menunggu laporan resmi dari pendamping di lapangan.
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Program Keluarga Harapan ( PKH ) dipastikan tidak terdampak signifikan oleh rencana pemotongan anggaran Transfer ke Daerah ( TKD ) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) 2026.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Utara ( Kaltara ), Obed Daniel, mengatakan PKH merupakan program nasional yang dikelola langsung oleh Kementerian Sosial, sehingga relatif aman dari kebijakan pemangkasan tersebut.
“PKH hampir tidak bisa dikatakan terdampak.
Dampaknya sangat kecil karena program ini langsung ditangani oleh Kementerian Sosial,” ujar Obed Daniel, Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan, penyesuaian anggaran justru lebih berpotensi dirasakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD), maupun lembaga yang mengampu Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Baca juga: Dinas Sosial Provinsi Kaltara Siapkan Pencegahan Konflik Sosial hingga Bimtek Logistik Bencana
Meski demikian, pemerintah pusat disebut tetap berupaya menjaga agar sektor pelayanan dasar dan program perlindungan sosial, tidak mengalami pemotongan signifikan.
Menurut Obed Daniel, komitmen Kementerian Sosial terhadap keberlanjutan PKH hingga saat ini masih kuat.
Selain memastikan ketersediaan anggaran, kementerian juga mendorong peningkatan kinerja pendamping PKH di daerah.
Pendamping PKH, lanjut Obed Daniel, dituntut memiliki target kinerja yang terukur
Terutama dalam mendorong keluarga penerima manfaat keluar dari garis kemiskinan.
Salah satu indikator kinerja tersebut adalah graduasi, yakni penghentian kepesertaan karena keluarga penerima manfaat telah mandiri secara ekonomi.
“Kementerian Sosial mencatat, sebanyak 133 keluarga secara nasional telah tergraduasi dari PKH.
Program Keluarga Harapan
PKH
APBD
Obed Daniel
Kalimantan Utara
TribunKaltara.com
Kaltara
TKD
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
| DPRD Kaltara Soroti Selisih Harga Subsidi dan Nonsubsidi hingga Rp10 Ribu per Liter |
|
|---|
| 4 Langkah Strategis Pertamina Atasi Antrean Panjang BBM di SPBU Bulungan Kaltara |
|
|---|
| KPwBI Kaltara Dorong Digitalisasi Pembayaran di Pelabuhan Kayan II, Diberi Banyak Pilihan Transaksi |
|
|---|
| Harga Tiket Pesawat Naik 9 hingga 13 Persen, Rute Tanjung Selor–Balikpapan Tembus Rp 1.717.000. |
|
|---|
| Imbas Efisiensi, Gubernur Zainal Pastikan Pemotongan TPP Tidak Terjadi Bagi ASN Pemprov Kaltara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Sosial-Kaltara-Obed-Daniel-rgeju.jpg)