Berita Kaltara Terkini
DPRD Kaltara Soroti Selisih Harga Subsidi dan Nonsubsidi hingga Rp10 Ribu per Liter
DPRD Kaltara bergerak cepat menggelar RDP, soroti selisih harga BBM subsidi dan non-subsidi yang memicu kekhawatiran adanya praktik nakal.
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Cornel Dimas Satrio
Ringkasan Berita:
- Perbedaan harga antara BBM subsidi dan non-subsidi (seperti Dexlite) kini sangat lebar hingga mencapai Rp10.000 per liter, yang memicu kekhawatiran adanya praktik nakal.
- DPRD Kaltara menemukan indikasi kecurangan di mana satu barcode digunakan berkali-kali dalam sehari.
- DPRD Kaltara merekomendasikan pembentukan tim terpadu untuk memastikan distribusi tepat sasaran serta menindak tegas penjualan BBM di luar SPBU yang melanggar UU Migas.
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Besarnya selisih harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan non-subsidi menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Utara (Kaltara).
Kondisi ini dinilai menjadi daya tarik bagi oknum nakal untuk melakukan penyalahgunaan distribusi yang berdampak pada antrean panjang di berbagai SPBU, khususnya di Kabupaten Bulungan, Kaltara.
Guna mengantisipasi hal tersebut, DPRD Kaltara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pertamina Patra Niaga Regional Kaltim-Kaltara, Senin (20/4/2026).
Rapat ini juga melibatkan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota untuk merumuskan langkah konkret di lapangan.
Wakil Ketua II DPRD Kaltara, Muddain, mengungkapkan selisih harga yang sangat mencolok menjadi akar masalah yang harus segera ditangani.
"Rapat ini kita lakukan untuk mengantisipasi terjadinya antrean berlebihan di SPBU. Karena saat ini selisih harga BBM, khususnya Dexlite, sudah sangat tinggi, bahkan mencapai sekitar Rp10 ribu per liter," ujar Muddain.
Dahulu, perbedaan harga hanya berkisar antara Rp2.000 hingga Rp3.000 per liter. Namun, lonjakan harga non-subsidi saat ini menciptakan peluang bagi praktik penimbunan yang merugikan masyarakat berhak.
"Selisih yang tinggi ini memungkinkan terjadinya penimbunan atau penyalahgunaan distribusi. Bisa saja BBM subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat berhak, justru dinikmati kelompok yang tidak berhak," tegasnya.
Baca juga: 4 Langkah Strategis Pertamina Atasi Antrean Panjang BBM di SPBU Bulungan Kaltara
Barcode dan Pengawasan CCTV
DPRD Kaltara mensinyalir antrean panjang akan semakin parah jika celah pengawasan tidak segera ditutup.
Salah satu temuan krusial adalah indikasi penyalahgunaan barcode yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan.
"Dengan satu barcode, ada yang bisa mengisi BBM di beberapa SPBU dalam satu hari. Ini jelas menyalahi aturan," ungkap Muddain.
Sebagai langkah perbaikan, DPRD Kaltara mendesak agar sistem barcode disinkronkan langsung dengan nomor kendaraan dan data STNK.
Selain itu, durasi pengisian di setiap nosel akan dipantau melalui CCTV untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
"Kalau durasi pengisian melebihi standar, bisa jadi ada praktik pengetapan. Ini akan menjadi perhatian tim pengawas," ucapnya.
Pembentukan Tim Terpadu
| 4 Langkah Strategis Pertamina Atasi Antrean Panjang BBM di SPBU Bulungan Kaltara |
|
|---|
| KPwBI Kaltara Dorong Digitalisasi Pembayaran di Pelabuhan Kayan II, Diberi Banyak Pilihan Transaksi |
|
|---|
| Harga Tiket Pesawat Naik 9 hingga 13 Persen, Rute Tanjung Selor–Balikpapan Tembus Rp 1.717.000. |
|
|---|
| Imbas Efisiensi, Gubernur Zainal Pastikan Pemotongan TPP Tidak Terjadi Bagi ASN Pemprov Kaltara |
|
|---|
| BPS Dorong Ekonomi Kaltara tak Hanya Bertumpu Tambang, Perikanan dan Pertanian Punya Potensi Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/20042026-Wakil-Ketua-DPRD-Kaltara-Muddain.jpg)