Berita Malinau Terkini
Warung Makan hingga Perusahaan Besar di Malinau Bakal Dilakukan Sensus Ekonomi, Begini Manfaatnya
Selama tiga bulan mulai Mei, Juni dan Juli 2026, petugas dari BPS Malinau akan melakukan Sensus Ekonomi. Mulai pelaku usaha kecil dan besar.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Badan Pusat Statistik (BPS) Malinau akan melakukan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan yang dilakukan sepuluh tahun sekali ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekonomi wilayah secara menyeluruh, mulai dari usaha skala kecil hingga perusahaan besar.
Kepala BPS Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menjelaskan petugas nantinya akan melakukan pendataan secara door-to-door pada Juni hingga Juli 2026 di Malinau Kalimantan Utara. Sedangkan perusahaan besar akan didata berbasis email pada Mei 2026.
Semua jenis usaha akan didata. Mulai dari pedagang kaki lima seperti penjual batagor dan pentol, warung makan, hingga bisnis "tak kasat mata" seperti toko online, dropshipper, dan jasa titip (jastip).
"Manfaat utama dari Sensus Ekonomi 2026 ini adalah sebagai kompas bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan. Dengan data yang akurat, pemerintah bisa memetakan sektor apa saja yang sedang tumbuh dan mana yang membutuhkan bantuan," ungkap Yanuar Dwi Cristyawan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 Mulai Mei, BPS Malinau Petakan Seluruh Denyut Usaha
Salah satu dampak langsungnya adalah penyaluran bantuan modal dan peralatan yang lebih tepat sasaran. Data sensus membantu pemerintah mengidentifikasi usaha mikro mana yang potensial namun membutuhkan suntikan modal atau fasilitas pendukung.
Selain modal, data ini juga berguna untuk pemetaan tenaga kerja. Jika suatu sektor kekurangan pekerja terampil, pemerintah dapat membuka program pelatihan skill industri yang sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Bisnis online yang selama ini jarang terjangkau kebijakan juga menjadi fokus. Sensus ini akan memberikan pengakuan formal bagi pelaku usaha digital di Malinau agar mereka bisa masuk dalam skema dukungan pemerintah ke depannya.
Aspek lingkungan pun tidak luput dari pendataan. Sensus Ekonomi 2026 ini akan melihat bagaimana pengelolaan limbah usaha, yang nantinya membantu Dinas Lingkungan Hidup dalam merancang sistem kebersihan kota yang lebih efektif.
Yanuar Dwi Cristyawan menekankan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kerahasiaan data. Seluruh informasi mengenai omzet, modal, dan profil usaha dijamin aman oleh undang-undang dan tidak akan dibocorkan ke pihak manapun.
Baca juga: Mulai Mei hingga Juli 2026, BPS Tarakan akan Lakukan Sensus Ekonomi, Pelaku Usah dan Konten Kreator
"Kejujuran masyarakat dalam memberikan data sangat menentukan kualitas ekonomi Malinau. Kami dari BPS meminta agar nanti warga, pelaku usaha tolong dibantu petugas kami nanti, karena output-nya nanti untuk kita, kemanfaatan kita bersama," katanya.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, diharapkan pembangunan di Bumi Intimung tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan berlandaskan data nyata demi kesejahteraan seluruh pelaku usaha.
(*)
Penulis: Mohammad Supri
BPS Malinau
Sensus Ekonomi 2026
ekonomi
Yanuar Dwi Christyawan
Malinau
Kalimantan Utara
jenis usaha
perusahaan
modal
tenaga kerja
masyarakat
warung makan
pelaku usaha
TribunKaltara.com
| 45 Cabor Prestasi dan 1 Eksibisi Resmi Dipertandingkan di Porprov II Kaltara, Begini Penjelasannya |
|
|---|
| Harga LPG Non Subsidi 5 Kg di Malinau Naik Jadi Rp 145 Ribu, Pengecer Sebut Untung Sedikit |
|
|---|
| Kenaikan Harga LPG Non Subsidi hingga Rp 20 Ribu di Kabupaten Malinau, Agen Sebut Stok Masih Ada |
|
|---|
| Pemilihan Ketua RT Serentak di Malinau Dijadwalkan 4 Mei 2026, Pemilih Dapat Dispensasi Masuk Kerja |
|
|---|
| Sektor Pertanian di Kabupaten Malinau Serap 43,48 Persen Pekerja, Masih Didominasi Warga Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Kepala-BPS-Malinau-Yanuar-Dwi-22012026jpg.jpg)