Sabtu, 18 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Disdikbud Kaltara Akui RKB SMKN4 Tarakan Sempat Proses Lelang Tapi Tidak Jadi, Begini Alasannya 

Ternyata pembangunan RKB di SMKN4 Tarakan sempat masuk proses lelang di tahun 2025 dan dikerjakan di 2026, tapi akhirnya tidak jadi.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Andi Pausiah
RKB SMKN4 TARAKAN- Tampak eks gudang dijadikan Ruang Kelas Belajar (RKB) di SMKN4 Tarakan. Tahun depan Disdikbud Kaltara pastikan pembangunan dimulai setelah sempat ditunda kemarin. 

Ringkasan Berita:
  • Proyek gedung SMKN 4 Tarakan batal tahun ini karena sisa waktu pengerjaan secara teknis tidak mencukupi.
  • Dana Rp7–8 miliar dialihkan menjadi Silpa demi menghindari risiko proyek mangkrak atau tidak selesai tepat waktu.
  • Pembangunan tetap menjadi skala prioritas dan akan dianggarkan kembali tahun depan dengan penyesuaian harga.

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Plt Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, akhirnya angkat bicara terkait kondisi Ruang Kelas Belajar (RKB) di SMKN 4 Tarakan yang menempati bekas gudang dan sempat viral di media sosial.

Hasanuddin mengatakan pembangunan RKB di SMKN 4 Tarakan sebenarnya sudah dianggarkan di tahun 2025 dan bahkan sempat masuk dalam proses lelang melalui LPSE. Namun, proyek itu akhirnya tidak jadi dikerjakan tahun 2026 ini karena waktu pelaksanaan dinilai tidak lagi mencukupi.

“Karena proses kemarin tidak cukup waktunya. Kita tahu ada workplace kemarin, tidak mengerjakan dulu apa dan sebagainya. Sehingga bulan Agustus baru mau dimulai,” ungkap Hasanuddin.

Jika dihitung dari sisi teknis, pembangunan gedung bertingkat dengan jumlah RKB yang cukup banyak membutuhkan waktu yang tidak singkat. Ia menyebut perhitungan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menunjukkan waktu pengerjaan tidak akan cukup apabila dipaksakan dimulai pertengahan tahun.

Baca juga: Anggota DPRD Kaltara Soroti SMKN 4 Tarakan: Jangan Sampai Siswa Belajar Seperti di Kandang Kambing

“Kalau hitung-hitung, kan dia bertingkat ya. PPK-nya hitung-hitung, waktu pasti tidak cukup. Makanya kita undurkan dulu,” ucap Hasanuddin.

Hasanuddin menegaskan, keputusan menunda pembangunan diambil agar proyek tidak mangkrak di tengah jalan.

“Kami berprinsip bahwa anggaran itu lebih baik silpa, tidak dipakai, daripada dipakai tapi tidak selesai,” tegasnya.

Terkait besaran anggaran, Hasanuddin mengungkapkan pembangunan RKB tersebut sebelumnya dialokasikan sekitar Rp7 hingga Rp8 miliar.

“Kalau persisnya, kemarin kita menganggarkan sekitar Rp7 miliar hingga ke Rp8 miliar,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengisyaratkan kemungkinan adanya penyesuaian anggaran ke depan.

Baca juga: Tak Hanya Berdebu, Ruang Kelas Ikut Kebanjiran, Siswa SMKN 4 Tarakan Berharap Dibangun yang Layak

“Mungkin bertambah, karena semakin tahun semakin naik harga-harga,” tambahnya.

Hasanuddin memastikan pembangunan RKB di SMKN 4 Tarakan tetap menjadi prioritas, namun pelaksanaannya diundur ke tahun depan.

“Insya Allah kita anggarkan tahun depan. Karena tahun ini kita tahu sendiri sama-sama, kondisi keuangan kita tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Ia menegaskan, Disdikbud Kaltara akan memprioritaskan pembangunan ruang kelas tersebut pada tahun anggaran berikutnya.

“Sehingga insya Allah kami prioritaskan tahun depan,” katanya.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved