Berita Nunukan Terkini
DPRD Nunukan Sahkan 3 Raperda Inisiatif dan 1 Usulan Pemda, Pembentukan Desa Baru hingga Hak Ulayat
DPRD Nunukan sahkan tiga Raperda inisiatif DPRD dan satu usulan Pemerintah Daerah, soroti pembentukan desa baru dan hak ulayat masyarakat Lundayeh.
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan menggelar Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, Senin (2/3/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna Kantor DPRD Nunukan itu menghasilkan persetujuan terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD dan satu usulan Pemerintah Daerah.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Nunukan, Hj Rahma Leppa dan dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Nunukan.
Bupati Nunukan H Irwan Sabri melalui sambutan yang disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, menyampaikan terdapat tiga Raperda inisiatif DPRD yang disetujui.
1. Raperda tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin
2. Raperda tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
3. Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 4 Tahun 2004 tentang Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Lundayeh.
Pembentukan Desa Baru
Sementara itu, satu Raperda usulan Pemerintah Daerah adalah tentang pembentukan Desa Ujang Fatimah dan Desa Binusan di Kecamatan Nunukan, serta Desa Tembaring Dalam di Pulau Sebatik.
Pembentukan desa baru tersebut dilatarbelakangi kebutuhan peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, serta luasnya wilayah desa induk dan pertumbuhan jumlah penduduk.
Baca juga: DPRD Nunukan Rapat Paripurna Siang Ini, Undang Irwan Sabri hingga Hermanus
Namun demikian, Pemkab Nunukan mengingatkan Raperda pembentukan desa masih harus melalui tahapan evaluasi Pemerintah Pusat melalui gubernur hingga terbitnya kode desa.
"Penetapan dan pengundangan Raperda dapat dilaksanakan setelah adanya hasil evaluasi dan terbitnya kode desa," ujar Raden Iwan Kurniawan.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Nunukan, Hamsing, menjelaskan perubahan terhadap Perda Nomor 4 Tahun 2004 dilakukan karena adanya perkembangan wilayah administratif, khususnya di wilayah Krayan.
Penambahan wilayah adat Krayan Barat menjadi salah satu poin penting dalam perubahan tersebut, selain penegasan batas wilayah adat dan kedudukan Kepala Adat Besar.
"Dengan pengakuan dan perlindungan hukum terhadap masyarakat hukum adat, diharapkan hak-hak masyarakat atas tanah dan sumber daya alam tetap terlindungi," katanya dalam forum paripurna.
Pemkab Nunukan menilai pengesahan Raperda tersebut akan memperkuat dasar hukum pemerintah daerah dalam memberikan dukungan pendanaan dan fasilitasi bantuan hukum yang berkeadilan.
Ketua DPRD Nunukan
DPRD Nunukan
Rahma Leppa
Raden Iwan Kurniawan
Lundayeh
Desa Ujang Fatimah
Desa Binusan
Desa Tembaring Dalam
Nunukan
Raperda
| Usai Konsumsi Makanan Tinggi Lemak, Gula hingga Garam Saat Lebaran, Disarankan Cek Kesehatan |
|
|---|
| Irwan Sabri Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Nunukan Bakal Monitoring ke 4 Dapil |
|
|---|
| Aksi Perdana Earth Hour Nunukan Bikin Gelap Sekejap, Ini Pesan Penting di Baliknya |
|
|---|
| Cara Disdukcapil Membantu Ratusan Calon Polisi di Nunukan Kalimantan Utara |
|
|---|
| Ini Penjelasan Terbaru Pj Sekda Nunukan soal WFH Aparatur Sipil Negara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/02032026-Raperda-DPRD-Nunukan-03.jpg)