Berita Kaltara Terkini
Ini Respons Terbaru Rahmawati soal Pembangunan Sekolah Garuda di Kaltara
Berikut ini respons terbaru anggota DPR RI Rahmawati soal rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kaltara.
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Amiruddin
Ringkasan Berita:
- Rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kalimantan Utara dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
- Kehadiran sekolah ini akan menarik pelajar dari berbagai daerah, sehingga membuka peluang usaha lokal seperti kuliner, transportasi, dan tempat tinggal.
- Kaltara menjadi salah satu dari empat daerah terpilih pembangunan tahap awal 2026, dengan kuota awal 30 persen untuk siswa lokal yang masih berpotensi bertambah.
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kalimantan Utara ( Kaltara ), dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kaltara, Rahmawati Zainal, menyebut kehadiran Sekolah Garuda tersebut akan menarik kedatangan pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia.
Menurutnya, kondisi itu secara otomatis akan menciptakan aktivitas ekonomi baru di Kaltara.
“Anak-anak dari luar daerah pasti akan datang ke sini.
Otomatis mereka membutuhkan makanan, tempat tinggal, transportasi, dan berbagai kebutuhan lainnya,” ujar Rahmawati Zainal.
Rahmawati menjelaskan, meningkatnya kebutuhan tersebut akan memberikan efek domino bagi pelaku usaha lokal.
Baca juga: Kejar Mimpi Masuk Sekolah Garuda, Siswa SMPN 1 Tanjung Selor Mulai Curi Start Belajar
Sejumlah sektor yang diperkirakan akan merasakan dampak positif di antaranya usaha kuliner, jasa transportasi, hingga penyediaan tempat tinggal atau hunian sementara.
Ia menilai, kehadiran Sekolah Garuda menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.
Di sisi lain, pemerintah pusat diketahui merencanakan pembangunan belasan Sekolah Garuda pada tahap pertama di tahun 2026.
Namun, hanya empat daerah yang dipilih sebagai lokasi pembangunan, dan Kaltara menjadi salah satunya.
Rahmawati menegaskan, hal ini menjadi nilai tambah strategis bagi daerah, baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi.
“Ini tentu menjadi keuntungan bagi daerah kita, tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Terkait kuota penerimaan siswa dari daerah setempat yang ditetapkan sebesar 30 persen, Rahmawati menilai kebijakan tersebut tidak menjadi kendala.
Menurutnya, peluang penambahan kuota masih terbuka, tergantung pada tingkat antusiasme pelajar di Kaltara.
| El Nino Godzila Landa Indonesia, BMKG Tanjung Harapan Sebut Tidak Berdampak di Kalimantan Utara |
|
|---|
| Tamara Moriska Dorong Penguatan Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak di Kabupaten Nunukan |
|
|---|
| Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie Dukung WFA ASN Tiap Jumat:Jangan Malah Dipakai Pergi ke Kebun |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Kaltara Hadiri Penyerahan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Komitmen Transparansi |
|
|---|
| Anggaran Makan dan Minum DPRD Kaltara Viral, Sekwan Fandi: Kegiatan Bersama Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Rahmawati-Zainal-saat-diwawancara-media-di-Tanjung-Selor.jpg)