Berita Bulungan Terkini
Daftar Pejabat dan OPD yang Wajib Masuk Kantor saat WFA di Bulungan Kaltara
Lihat daftar pejabat dan sejumlah OPD yang wajib tetap masuk kantor saat WFA diterapkan di Bulungan, Provinsi Kaltara.
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Amiruddin
“Komunikasi itu kunci.
Walaupun bekerja dari rumah, tugas dan tanggung jawab tetap harus dilaksanakan dengan baik,” kata Syarwani.
Menurut Syarwani, penerapan WFA juga akan disertai evaluasi kinerja secara berkala.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam pemberian reward and punishment, termasuk dalam penilaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Ada evaluasi terkait kinerja.
Itu bisa menjadi bahan dalam pemberian TPP bagi ASN maupun PPPK,” jelas Syarwani.
Baca juga: Kunjungi RSUD Tana Tidung, Anggota DPRD Kaltara Vamelia Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan Saat WFA
Lebih lanjut, Syarwani menyebutkan bahwa kebijakan WFA tidak berlaku bagi sejumlah jabatan strategis dan unit layanan darurat.
Di antaranya pejabat tinggi pratama (eselon II), pejabat administrator (eselon III), kecamatan hingga kelurahan yang tetap harus hadir langsung, karena berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
Unit-unit darurat seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, DLH, Disdukcapil, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) atau Mall Pelayanan Publik, juga dikecualikan dari WFA.
Sementara itu, untuk fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit hingga puskesmas, serta layanan pendidikan tingkat SD hingga SLTP, tidak diberlakukan WFA pada hari Jumat, dan tetap menjalankan aktivitas secara normal.
“Khusus fasilitas kesehatan dan pendidikan, tetap berjalan seperti biasa.
Untuk layanan tertentu bisa dilakukan pengaturan shift oleh pimpinan,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika
Baca Berita Terkini Tribun Kaltara di Google News
Bupati Bulungan
Syarwani
WFA
libur
OPD
offline
organisasi perangkat daerah
Work From Anywhere
ASN
Aparatur Sipil Negara
| Menenun Harapan dari Jelarai Bulungan, Karta Kreatif Flobamora Angkat Motif Dayak hingga Tidung |
|
|---|
| Harga Bright Gas 12 Kg di Bulungan Jadi Rp 300.000, Awalnya Rp 270 Ribu Ada Kenaikan Rp 30 Ribu |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Jenazah Nelayan di Tanah Kuning, Berawal dari Saksi yang Mencari Korban |
|
|---|
| Sampah Tembus 85 Ton Pasca Lebaran 2026 di Bulungan, Plastik Paling Banyak |
|
|---|
| DPRD Bulungan Soroti Tarif Retribusi Kebun Raya Bundayati, Masyarakat Keluhkan Terlalu Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Bupati-Bulungan-Syarwani-saat-mengkonfirmasi-mengenai-WFA.jpg)