Sabtu, 23 Mei 2026

Sidak Hewan Kurban

Breaking News Pemkot Tarakan Sidak Pedagang Hewan Kurban, Antisipasi Sapi Ilegal

Sidak ini untuk memastikan sapi yang masuk ke Tarakan semua dinyatakan legaldan bebas penyakit.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Adhinata Kusuma
TribunKaltara.com/Andi Pausiah
SIDAK HEWAN KURBAN - Kegiatan sidak sapi di salah satu titik penjualan sapi di Tarakan dilaksanakan Pemkot Tarakan bersama BKHIT Kaltara, perangkat OPD dan TPID hingga perwakilan Polres dan Kejaksaan ikut melakukan pengawasan, Jumat (22/5/2026). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 
Ringkasan Berita:
  • Mengantisipasi sapi ilegal masuk ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Pemkot bersama TPID melaksanakan sidak menyasar sejumlah titik pedagang sapi di Tarakan, Jumat (22/5/2026).
  • Turut hadir dalam sidak adalah Kepala BKHIT Kaltara, perwakilan Polres Tarakan, perwakilan Kejaksaan Negeri Tarakan dan perangkat OPD. 
  • Pemkot Tarakan lanjutnya ingin memastikan bahwa sapi yang akan dikurbankan tahun ini adalah sapi yang memang dinyatakan lepas dari penyakit. 

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Mengantisipasi sapi ilegal masuk ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Pemkot bersama TPID melaksanakan sidak menyasar sejumlah titik pedagang sapi di Tarakan, Jumat (22/5/2026).

Turut hadir dalam sidak adalah Kepala BKHIT Kaltara, perwakilan Polres Tarakan, perwakilan Kejaksaan Negeri Tarakan dan perangkat OPD. 

Salah satu titik yang didatangi di antaranya di Jalan Bhayangkara, wilayah Pasir Putih Kota Tarakan tepatnya di penjualan sapi milik Zainuddin.

Pelaksana harian (Plh) Sekda Pemkot Tarakan, yang juga menjabat Asisten Administrasi Pemkot Tarakan, Elang Buana, mengatakan sidak ini untuk memastikan sapi yang masuk ke Tarakan semua dinyatakan legal.

Pemkot Tarakan lanjutnya ingin memastikan bahwa sapi yang akan dikurbankan tahun ini adalah sapi yang memang dinyatakan lepas dari penyakit.

Baca juga: Dokter Balai Karantina Nunukan Ingatkan Warga Jangan Asal Beli Hewan Kurban

Kemudian juga dalam rangka menjaga inflasi tetap stabil, TPID turut serta memastikan sapi dijual sesuai keterjangkauan harga.

Ia melanjutkan, sapi yang didatangi juga diperiksa melibatkan BKHIT termasuk Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Banjarbaru secara berkala tiga bulan sekali. 

"Jadi tiga bulan sekali kita mengeluarkan surveillance baik sapi, ayam, dan lain-lain.  Jadi kami surveillance dan hasilnya  aman saja. Kalau ada sampel yang misalnya mencurigakan kita langsung tindak," ujarnya.

Namun, sejauh ini hasil laporan masih nihil temuan dan bebas dari Penyakit Mulut, dan Kuku (PMK).

" Jadi insyaAllah nanti pada hari Idul Adha, kita juga akan melakukan pemeriksaan antemortem pemeriksaan setelah dipotong terutama menyangkut bagian-bagian yang vital seperti hati, jantung, juga limfa dan lain sebagainya," ungkapnya.

Sejauh ini selama pelaksanaan penyembelihan hewan kurban belum ada kejadian temuan di Tarakan dan diharapkan tak ada kejadian tersebut.

"Dinas Ketahanan Pangan nanti  akan siap melakukan satu pemeriksaan yakni antemortem. Nanti petugas melakukan identifikasi, melakukan pengawasan di tempat pemotongan terutama di masjid," ujarnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved