Senin, 8 Juni 2026

Berita Nunukan Terkini

Pilkada Dipilih DPRD atau Rakyat? Grand Final Debat Pelajar Demokrasi di Nunukan Memanas

Tim Rosita Institute SMAN 1 Nunukan dan Smansa Synergy SMAN 1 Sebatik saling adu argumen dalam Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4.

Tayang:
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Cornel Dimas Satrio
TribunKaltara.com/Fatimah Majid
DEBAT PELAJAR DEMOKRASI - Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 tingkat SMA/MA se-Kabupaten Nunukan berlangsung sengit di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (5/6/2026). Grand final ini sempat diwarnai perdebatan antara Tim Rosita Institute dari SMAN 1 Nunukan dengan Smansa Synergy dari SMAN 1 Sebatik. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Perdebatan sengit mengenai apakah kepala daerah sebaiknya dipilih melalui DPRD atau langsung oleh rakyat memanas di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (05/06/2026).

Isu kontroversial ini menjadi mosi utama dalam Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 tingkat SMA/MA se-Kabupaten Nunukan.

Dua tim terbaik, yakni Rosita Institute dari SMA Negeri 1 Nunukan dan Smansa Synergy dari SMA Negeri 1 Sebatik, saling beradu argumentasi tajam.

Kedua kubu mempertahankan pandangan mereka terkait mekanisme pemilu yang hingga kini masih memicu pro-kontra di tingkat nasional.

Tim Rosita Institute yang berada di kubu pro-DPRD menilai pemilihan melalui perwakilan legislatif jauh lebih efektif.

Menurut mereka, cara ini bisa menghasilkan pemimpin yang lebih memahami kebutuhan daerah karena dipilih oleh wakil rakyat yang mengetahui kondisi lapangan secara langsung.

05062026 Debat Pelajar Demokrasi 02
DEBAT PELAJAR DEMOKRASI - Para finalis berfoto bersama setelah Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 tingkat SMA/MA se-Kabupaten Nunukan berlangsung sengit di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (5/6/2026). Grand Final diwarnai perdebatan seru antara Tim Rosita Institute dari SMAN 1 Nunukan dan Smansa Synergy dari SMAN 1 Sebatik.

Sebaliknya, Tim Smansa Synergy menolak keras. Mereka menegaskan bahwa kepala daerah merupakan pemegang kekuasaan eksekutif yang wajib mendapatkan mandat langsung dari rakyat.

Bagi Tim Smansa Synergy, sistem pemilihan langsung adalah wujud nyata dari kedaulatan rakyat yang tidak boleh ditawar.

Adu gagasan berjalan panas. Kedua tim saling melempar data, analisis, dan sanggahan menohok yang memancing tepuk tangan serta sorakan riuh dari para pendukung yang memadati ruangan.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan, Moch Yusran, menjelaskan bahwa tema ini sengaja diangkat karena sedang menjadi dinamika politik nasional.

Menurutnya, acara sengaja digelar di luar tahapan pemilu agar pendidikan politik bagi anak muda berjalan maksimal.

"Generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini agar memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami sistem demokrasi, serta mampu menyampaikan pendapat secara argumentatif, santun, dan bertanggung jawab," ujarnya.

Yusran menambahkan, esensi acara ini bukan sekadar piala.

"Yang paling penting bukan hanya menentukan siapa juara, tetapi bagaimana kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran politik yang sehat bagi generasi muda Kabupaten Nunukan," katanya.

Langkah Bawaslu Nunukan ini mendapat apresiasi tinggi karena menjadi pelopor pertama di Provinsi Kalimantan Utara.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved