Berita Tarakan Terkini
Mahasiswa Minta DPRD Tarakan Tolak Program KDMP dan MBG, Muhammad Yunus: Saya Tidak Bisa Memastikan
Hari Senin 15 Juni 2026, mahasiwa dalam aksi Aliansi Tarakan Bergerak menolak adanya program KDMP dan MBG di Tarakan Kalimantan Utara.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus, menegaskan aspirasi mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi bersama.
Menurutnya, DPRD Tarakan tidak bisa langsung mengambil keputusan menolak program tanpa melakukan kajian dan evaluasi terlebih dahulu.
"Apa yang ada-ada disampaikan, memang kita harus perlu evaluasi. Apakah ada manfaatnya? Kan tidak bisa juga kita langsung, oh ini tidak boleh. Kan ada juga mungkin daerah yang membutuhkan. Ada juga daerah yang tidak," ujar Muhammad Yunus.
Ia menjelaskan, apabila terdapat wilayah yang memang tidak membutuhkan program tersebut, DPRD Tarakan akan menyampaikan hasil evaluasi kepada pemerintah.
"Kalau ada daerah yang tidak membutuhkan, kita akan sampaikan ke pemerintah-pemerintah, oh ini MBG tidak diperlukan daerah ini. Karena orangnya sudah pada kaya. Dan memang perlu ada evaluasi," katanya.
Muhammad Yunus menegaskan dirinya tidak bisa memastikan DPRD Tarakan akan menolak program yang berasal dari pemerintah pusat tersebut.
"Saya tidak bisa memastikan DPRD Tarakan akan menolak. Saya sebagai Ketua DPRD, tidak akan menyetujui atau menandatangani. Saya tidak akan pastikan untuk menolak. Harus ada evaluasi," ujarnya.
Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk melihat dampak yang mungkin muncul ketika program dijalankan di tengah masyarakat. Begitu juga Kopdes Merah Putih.
"Ketika itu berjalan, kalau terjadi sengketa dengan masyarakat-masyarakat. Dan makanya perlu ada evaluasi," katanya.
Terkait program KDMP, Muhammad Yunus menyebut DPRD Tarakan akan turun langsung untuk melihat titik-titik yang dianggap bermasalah.
"Nanti kita akan turun bersama dengan seperti yang saya sampaikan tadi, yang mana sih yang bermasalah, yang mana yang tidak bermasalah. Karena untuk menghentikan suatu kegiatan dari pusat, itu kan memang perlu kajian," ujarnya.
Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan secara profesional dengan melihat kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Itu namanya kerja profesional. Tidak bisa kita bahwa ini tidak bisa, ini tidak bisa. Ya harus ada evaluasi. Yang mana sih yang tidak membutuhkan," katanya.
Kembali lagi ia menyampaikan juga terkait program MBG, DPRD Tarakan berencana memanggil pihak SPPG untuk mengetahui kendala yang terjadi di lapangan.
"Kalau MBG kan memang perlu dievaluasi kan? Dievaluasi yang mana yang tidak sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah ya, kita akan meneruskan juga. Karena ini kewenangan semua dari pusat," jelasnya.
Koperasi Desa Merah Putih
KDMP
makan bergizi gratis
MBG
mahasiswa
tuntutan
DPRD Tarakan
Royan
konflik
masyarakat
Muhammad Yunus
TribunKaltara.com
| 9 Tuntutan Mahasiswa saat Duduki Kantor DPRD Tarakan, Minta Stop MBG dan Kopdes Merah Putih |
|
|---|
| SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Negeri Tarakan Dibuka 29 Juni-1 Juli 2026, Jalur Prestasi Ada Nilai TKA |
|
|---|
| Kisah Muhammad Zainal Ikhsan, Wakil Kalimantan Utara Melaju ke Verifikasi Paskibraka Nasional 2026 |
|
|---|
| Perjuangan Khenjiro Gheisan Pratama, Siswa SMAN 1 Tarakan Berambisi Lolos jadi Paskibraka Nasional |
|
|---|
| Margiyono Nilai Pertamax Naik Dipicu Harga Minyak Dunia dan Tekanan Dolar, Tidak Berdampak Inflasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Mahasiswa-tolak-KDMP-dan-MBG-di-Tarakan-01-16062026.jpg)