Kamis, 11 Juni 2026

Pemkab Nunukan

BPS Dorong Penguatan Literasi Numerasi di Nunukan, Lewat Final Olimpiade Matematika 2025

Melalui Olimpiade Matematika dan Statistic Award Tahun 2025, BPS Nunukan menunjukan komitmen membangun buday literasi dan numerasi.

Tayang:
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Febrianus Felis
BUDAYA LITERASI NUMERASI - Bupati Nunukan menegaskan bahwa penguatan literasi numerasi melalui olimpiade ini merupakan investasi penting untuk membentuk generasi Nunukan yang mampu berpikir kritis dan siap bersaing di masa depan. 

TRIBUNKALTARA, NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi numerasi di kalangan pelajar melalui penyelenggaraan Final Olimpiade Matematika dan Statistic Award Tahun 2025, Selasa (09/12/2025).

Kegiatan bertajuk Clash of Champions (COC) Math is Madness ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mencetak generasi muda yang cakap dalam berpikir kritis dan analitis.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan numerasi merupakan bagian penting dalam kesiapan pelajar menghadapi tantangan masa depan.

“Literasi numerasi adalah kunci untuk membentuk pola pikir yang logis dan sistematis,” ujar  Iskandar Ahmaddien kepada TribunKaltara.com, Rabu (10/12/2025).

Baca juga: Pemkab Nunukan Tingkatkan Capaian SPM Pendidikan, Literasi Kelas Awal Jadi Fokus Utama

Ia juga menambahkan bahwa olimpiade ini menjadi ruang berlatih bagi pelajar untuk mengukur kemampuan yang mereka miliki.

“Setiap tahun, kualitas peserta terus meningkat, dan ini menunjukkan bahwa minat anak-anak Nunukan terhadap matematika cukup tinggi,” tuturnya.

BPS Nunukan menilai bahwa penguatan literasi numerasi tidak boleh hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui kompetisi yang menuntut ketelitian dan kemampuan analisis seperti ini.

“Kami ingin para pelajar merasakan langsung bahwa matematika itu bukan momok, tetapi tantangan yang menyenangkan,” ucapnya.

Babak final menghadirkan lima tim terbaik dari berbagai sekolah, masing-masing beranggotakan tiga orang. Para finalis berasal dari SMA Negeri 1 Nunukan (Freedom), MA Al Ikhlas Nunukan (The Quantum Circle), SMAIT Ibnu Sina Nunukan (Asterella), SMKS Kesehatan Putra Borneo Nunukan (SMKS Kesehatan PBN), dan SMA Negeri 1 Sebatik (Ars Smanseba).

Baca juga: Bupati Nunukan Dukung Penguatan Literasi, Dorong Lahirnya 1.000 Penulis Baru 

Kelima kelompok ini bersaing dalam penyelesaian soal yang menuntut pemahaman konsep, kecermatan membaca pola, hingga kemampuan menyusun strategi pemecahan masalah.

Selain itu, Bupati Nunukan, Irwan Sabri, mengapresiasi langkah BPS yang terus mendorong peningkatan kompetensi pelajar, terutama di bidang matematika dan statistik.

“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi investasi besar untuk masa depan generasi muda Nunukan,” kata Bupati.

Bupati Nunukan menegaskan bahwa Kabupaten Nunukan membutuhkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan adaptif.

“Anak-anak kita harus siap menghadapi perubahan dunia yang cepat. Kemampuan analitis seperti ini sangat diperlukan,” ungakapnya.

Irwan Sabri memberikan pesan kepada seluruh peserta agar tidak berhenti belajar.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved