Breaking News:

Pilkada Kaltara

KPU Kaltara Siapkan Strategi Khusus untuk Pertahankan Jumlah Partisipasi Pemilih

Komisioner KPU(Kaltara)Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Hariyadi tantangan partisipasi pemilih

TRIBUNKALTARA/AMIRUDDIN
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kalimantan Utara (Kaltara), Hariyadi Hamid 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara (Kaltara), Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Hariyadi Hamid mengatakan tantangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 berkaitan dengan jumlah partisipasi pemilih.

Menurut Hamid, jika dibandingkan dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2015 lalu, potensi partisipasi Pilgub tahun 2020 diyakini meningkat.

Namun, tantangan terbesar bagi KPU adalah mempertahankan capaian partisipasi pemilih seperti pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu.

"Tantangannya adalah penerapan protokol kesehatan Covid-19. Kami punya beberapa strategi untuk mempertahankan partisipasi Pemilu 2019," ungkapnya, kepada Tribunkaltara.com Kamis  (17/9/2020).

Strategi tersebut antara lain dengan membuat terobosan baru, seperti memberikan dana sharing untuk 55 kecamatan di Kaltara.

Dana tersebut dialokasikan guna keperluan sosialisasi di tingkat kecamatan.

Kecipratan Rp 28 Miliar untuk Gelar Pilkada, KPU Nunukan Kencangkan Ikat Pinggang

Persiapan Kampanye, KPU Tarakan Ajukan 3 Lokasi Rapat Umum

Babak Baru Kebakaran Kejaksaan Agung, Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo Ungkap Dugaan Pidana

Penyediaan bahan Publikasi seperti maskot, baju kaus, spanduk, umbul-umbul dan atribut publikasi lain menurutnya dapat meningkatkan partisipasi pemilih.

"Jika dibandingkan dengan Pilgub 2015, kami yakin tetap bisa meningkat. Tantangannya adalah mempertahankan partisipasi pemilih seperti Pemilu 2019," ujarnya.

Menurut Hamid, KPU Kaltara juga menganalisis potensi partisipasi pemilih berdasarkan data Pemilu 2019.

"Analisis dari wilayah yang tingkat partisipasinya rendah dapat kita gunakan sebagai bahan evaluasi. Sehingga, partisipasi pemilih di wilayah tersebut meningkat," ungkapnya.

(*)

(TribunKaltara.co / Mohammad Supri)

Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved