Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin Batal Silaturahmi KAMI di Surabaya, Polisi Bubarkan Acara
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Syamsuddin batal gelar silaturahmi KAMI, terungkap alasan polisi bubarkan acara di Surabaya
TRIBUNKALTARA.COM - Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin batal gelar silaturahmi KAMI, terungkap alasan polisi bubarkan acara di Surabaya, Jawa Timur.
Polisi membubarkan acara silaturahim dan ramah tamah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) di Surabaya, Senin (28/9/2020).
Ada 2 alasan polisi membubarkan acara KAMI yang dihadiri Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin.
Alasan pertama menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko adalah karena saat ini sedang masa pandemi Covid-19.
• Kepala Basarnas Kota Tarakan Amiruddin Beber 14 Korban Tanah Longsor, 11 Diantaranya tak Selamat
• Ketua KPU Nunukan Rahman : Kampanye Paslon Secara Daring dan Luring 71 Hari, Maksimal 20 Akun Resmi
• Lurah Selumit Mashuri Duga Kebakaran di Selumit Tarakan Karena Korsleting Listrik
• Tangkap 2 Pelaku Judi Online, Kanit Resmob Polres Bulungan Ipda Faizal Beber Modus Operandinya
"Jatim sedang gencar kampanye pengendalian Covid-19, bahkan menegakkan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan.
Jadi, acara apapun yang sifatnya mengumpulkan massa akan dilarang," kata Andiko, di Mapolda Jatim, Senin sore.
Alasan kedua, pihak penyelenggara disebut terlambat mengajukan izin kegiatan kepada polisi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perizinan dan Pengawasan Kegiatan Keramaian Umum, Kegiatan Masyarakat Lainnya, dan Pemberitahuan Kegiatan Politik.
Dalam Pasal 5 dan Pasal 6, kata Trunoyudo, kegiatan harus memiliki pemberitahuan yang sifatnya izin dari polisi.
Untuk kegiatan yang sifatnya lokal, izin harus diajukan 14 hari sebelumnya, sementara kegiatan yang sifatnya nasional, 21 hari sebelumnya sudah harus diajukan.
"Sementara izin acara KAMI diajukan ke polisi baru 2 hari lalu atau pada 26 September 2020," ujar dia.
Dia pun mengimbau agar acara serupa digelar dengan secara daring atau dengan tidak mengumpulkan massa agar tidak timbul potensi penularan Covid-19.
Informasi dari polisi di lapangan, terang Trunoyudo, acara tersebut sempat berpindah-pindah.
Semula di Gedung Juang 45 di Jalan Mayjen Sungkono, lalu dipindah ke Museum NU Jalan Gayungan dan terakhir dipindah di Graha Jabal Nur di Jalan Jambangan.
Video pembubaran acara KAMI di Surabaya sempat beredar di grup WhatsApp wartawan.
Dalam video tersebut, seorang polisi berpakaian atasan putih mencoba menyela sambutan Gatot Nurmantyo dengan naik ke atas podium.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/mantan-panglima-tni-jenderal-gatot-nurmantyo-dan-acara-kami-dibubarkan-28092020.jpg)