Breaking News:

Tanah Longsor di Tarakan

Kepala Basarnas Kota Tarakan Amiruddin Beber 14 Korban Tanah Longsor, 11 Diantaranya tak Selamat

Kepala Basarnas Kota Tarakan Amiruddin beber 14 korban tanah longsor, 11 diantaranya tak selamat.

Penulis: Risnawati
Editor: M Purnomo Susanto
HO/Grup WhatsApp media Satpol PP
Basarnas Kota Tarakan lakukan evakuasi korban tanah longsor, Senin (28/9/20). HO/Grup WhatsApp media Satpol PP 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kepala Basarnas Kota Tarakan Amiruddin beber 14 korban tanah longsor, 11 diantaranya tak selamat.

Sebanyak 14 korban tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah di Kota Tarakan hari ini, Senin (28/9/20)

Dari 14 korban tersebut, 11 diantaranya meninggal dunia dan 3 korban lainnya selamat dari maut.

Ketua KPU Nunukan Rahman : Kampanye Paslon Secara Daring dan Luring 71 Hari, Maksimal 20 Akun Resmi

Lurah Selumit Mashuri Duga Kebakaran di Selumit Tarakan Karena Korsleting Listrik

Tangkap 2 Pelaku Judi Online, Kanit Resmob Polres Bulungan Ipda Faizal Beber Modus Operandinya

Amiruddin, Kepala Basarnas Kota Tarakan mengatakan, 11 korban jiwa yang meninggal dunia terdiri dari 4 lokasi yang berbeda.

Lokasi pertama yakni di Kelurahan Juata Permai dengan jumlah korban 8 orang, 4 diantaranya meninggal dunia.

"4 korban selamat, 1 korban yang selamat ini masih dilakukan perawatan di RSUD Tarakan," ucapnya.

Selanjutnya dilokasi kedua yakni Kelurahan Kampung 1 Skip. Terdapat 3 korban yang dievakuasi, namun tak terselamatkan.

Di lokasi ketiga yaitu di daerah Gunung Selatan, di mana terdapat 3 korban meninggal dunia yang merupakan 1 keluarga.

Lokasi keempat berada di Kelurahan Karang Anyar Pantai. Di lokasi ini ada satu korban jiwa yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Usai Dinyatakan Negatif Covid-19, Bakal Calon Wakil Bupati Nasir Ikut Tes Psikologi di Tarakan

Simak Langkah Awal Jika ada Keluarga Yang Positif Covid 19

Prakirawan Cuaca BMKG Tarakan Wiliam Sinaga sebut Kaltara Bakal Diguyur Hujan Lebat 3 Hari Kedepan

"Kami memang sudah dapat warning dari BMKG, menginfokan bahwa di tanggal 27 sampai 29 September itu akan terjadi anomali cuaca yang sangat ekstrim," jelasnya.

Amir menuturkan, struktur tanah dilokasi kejadian longsor ini rawan sekali untuk terjadinya longsor.

"Pada pukul 02.00 dini hari terjadi pergeseran dan menimpa rumah-rumah warga yang berada di 4 kampung ini," sebutnya.

( Tribunkaltara.com / Risnawati )

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved