Breaking News:

Pencarian Hari ke 3 Orang Diduga Ditabrak Ponton, Basarnas & Tim Gabungan Terus Siaga di Posko Utama

Pencarian hari ke 3 orang diduga ditabrak ponton, Basarnas & tim gabungan terus siaga di posko utama.

TRIBUNKALTARA.COM/HO Basarnas Samarinda
Basarnas saat menyisir Last Known Position (LKP) atau posisi terakhir yang diketahui pada Jumat (16/10/2020) tadi. (HO/ Basarnas Samarinda) 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Pencarian hari ke 3 orang diduga ditabrak ponton, Basarnas & tim gabungan terus siaga di posko utama.

Basarnas Samarinda dan sedikitnya 20 unsur gabungan yang berada di posko utama pencarian Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, mulai pagi hingga sore pukul 17.40 Wita, penyisiran akhirnya dihentikan sementara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta melalui Kepala Koordinator Unit Siaga SAR Basarnas Samarinda Riqi Effendi, menjelaskan, operasi Search And Rescue (SAR) H+3 unsur gabungan yang menyisir korban laka air di tikungan GP, yang juga diduga tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kota Samarinda, masih belum menemukan korban.

Baca juga: Hendak Cari Pakai Pawang, Keluarga Minta Hentikan Cari Orang Hilang Diduga Diterkam Buaya di Berau

Baca juga: Polisi Lepas Ibu & Anak Setelah Buat Surat Pernyataan, Ipda M Ridwan : Belum Sempat Mencuri Baru Mau

Baca juga: Ancam Ceraikan Kakak, Adik Ipar Dirudapaksa di Kontrakan, Mertua Laporkan ke Polresta Samarinda

"Dua orang selamat dan satu orang masih dalam pencarian, atas nama Alwi (25). Penyisiran di permukaan dalam radius 1.32 Nm² dari titik jatuhnya korban ," sebut Riqi, Jumat (16/10/2020) sore tadi.

Alutissta yang digunakan dari titik Last Known Position (LKP) atau posisi terakhir yang diketahui, tim gabungan menggunakan rubberboat.

"Rubberboat BASARNAS, Speedboat Polair Polresta Samarinda, Searider KSOP Samarinda, Rubberboat IMAPA UNMUL, dua Rubberboat HIU Rescue, Perahu PB11, Kapal Pandu Sungai Mahakam dan perahu Regana (relawan). Untuk kendala tidak banyak, hanya hujan intensitas rendah yang turun diawal penyisiran," jelasnya.

Belum ditemukannya tanda-tanda korban, tim SAR gabungan bersepakat menghentikan sementara dan dilanjutkan pada esok hari.

"Operasi SAR sementara dihentikan dan dilanjutkan ke H+4 Operasi SAR esok hari (17/10/2020). Tim tetap monitor di Posko utama," tegasnya Riqi.

Sekedar diketahui sedikitnya 20 unsur gabungan bersiaga di posko utama guna memantau permukaan jika ada tanda-tanda kemunculan korban.

Baca juga: Pilkada Balikpapan Calon Tunggal, Ketua KPU : Coblos Calon Walikota Atau Kolom Kosong Sekali Sah

Baca juga: Walikota Balikpapan Sampaikan Surat Terbuka Apresiasi Demonstrasi Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja

Baca juga: KISAH Petugas Pemakaman Covid-19, Fajar Sulaiman Sedih Lihat 2 Anak Kecil Antar Jenazah Ibunda

Diberitakan sebelumnya tim gabungan sudah bersiaga dari H+1 pada Rabu (14/10/2020) lalu. Pencarian Anak Buah Kapal (ABK) atas nama Alwi (25) warga Jeneponto Sulawesi Selatan, yang menghilang diduga tenggelam Rabu (14/10/2020) di kawasan tikungan GP Jembatan Mahkota II, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, pada esok harinya Kamis (15/10/2020) juga diperluas hingga 4 km dari titik korban diduga korban tenggelam.

( TribunKaltara.com / Mohammad Fairoussaniy )

Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved