Breaking News:

UMK Tarakan Naik Rp 5.143, Jadi Satu-satunya Daerah di Provinsi Kaltara yang Menaikkan Upah Minimum

UMK Tarakan naik Rp 5.143, jadi satu-satunya daerah di Provinsi Kaltara yang menaikkan upah minimum.

Penulis: Risnawati | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Wali Kota Tarakan, dr Khairul saat konferensi pers terkait penetapan Upah Minimum Kota Tarakan di ruang rapat Wali Kota Tarakan, Jumat (27/11/20) (TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI ) 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - UMK Tarakan naik Rp 5.143, jadi satu-satunya daerah di Provinsi Kaltara yang menaikkan upah minimum.

Upah Minumum Kota (UMK) Tarakan telah ditetapkan naik menjadi Rp 3.761.896,71.

Hal itu berdasar pada SK Gubernur Kalimantan Utara Nomor 188.44/K.821/2020 tentang Upah Minimum Kota Tarakan.

Baca juga: Antisipasi Pandemi Covid-19, Imigrasi Klas II Nunukan Terapkan Eazy Passport dan Sarankan Ini

Baca juga: Giliran Gatot Nurmantyo Soroti Perintah Pangdam Jaya Copot Baliho Habib Rizieq, Bisa Dapat Teguran?

Baca juga: Disdukcapil Raih Predikat OPD Pelayanan Publik Tertinggi di Malinau, Wesly Ding: Ini Kerja Keras Tim

Sebelumnya UMK Tarakan pada 2020 berada diangka Rp 3.756.824. Artinya terjadi kenaikan sebesar Rp 5.143

Dengan ditetapkannya kenaikan upah minumum ini, Kota Tarakan menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengalami kenaikan.

Bahkan, Wali Kota Tarakan, dr Khairul mengatakan bahwa pemerintah Provinsi Kaltara pun tidak menaikkan Upah Minumum Provinsi (UMP).

"Padahal instruksi menteri sebenarnya diminta untuk tidak menaikkan. Cuma kita (Pemkot Tarakan) yang berani melanggar itu, karena kita mempertimbangkan berbagai situasi," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Jumat (27/11/20).

Diketahui, Kota Tarakan juga merupakan daerah dengan upah ninimum tertinggi se-Kalimantan.

Dia menegaskan bahwa pemerintah Kota Tarakan berdiri di dua pihak, baik pekerja maupun pengusaha.

"Selama pandemi ini, saya belum dengar ada pekerja di Tarakan yang di PHK. Kalau dirumahkan, iya. Tapi kan selesai PSBB, dipanggil kembali untuk bekerja," ucapnya.

Baca juga: Prostitusi Online, Polisi Temukan Alat Kontrasepsi saat Gerebek Artis ST dan MY Threesome di Hotel

Baca juga: Bocah 11 Tahun di Nunukan Alami Juvenile Delinquency, Pemkab dan Pemprov Kaltara Siap Lakukan Ini

Baca juga: TNI dan Polisi Dihalangi FPI saat Masuk Kawasan Habib Rizieq di Petamburan, Dandim Tak Tinggal Diam

Dia menambahkan, pihak pengusaha sebenarnya tidak ingin ada kenaikan. Karena untuk mengejar UMK Tarakan saat ini saja sulit, ditambah lagi adanya pandemi Covid-19.

Inilah mengapa, kata dia, pemerintah perlu bijak mengambil kebijakan.

"Tentu kita perlu mengakomodir para pekerja. Maka itulah kita mengambil kebijakan, sehingga naiklah UMK kita," tutupnya.

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved