Breaking News:

Aktivitas dan Atribut FPI Dilarang, Simpatisan Rizieq Shihab di Tarakan Ngaku Tidak Mau Pusing

Aktivitas dan atribut FPI dilarang, simpatisan Rizieq Shihab di Tarakan ngaku tidak mau pusing.

Penulis: Risnawati | Editor: Amiruddin
Kolase TribunKaltara.com via Tribunnews
Aktivitas dan atribut FPI resmi dilarang Pmerintah. (Kolase TribunKaltara.com via Tribunnews) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Aktivitas dan atribut FPI dilarang, simpatisan Rizieq Shihab di Tarakan ngaku tidak mau pusing.

Terkait maklumat larangan aktivitas dan eksistensi Front Pembela Islam ( FPI ), Pelaksana Harian Eks FPI Kota Tarakan Kalimantan Utara, Ismail Ali mengungkapkan, sejauh ini pihaknya hanya biasa saja.

Dia mengatakan, FPI sendiri hanya merupakan kendaraan dan bukan tujuan dirinya dan simpatisan lainnya.

" Habib Rizieq mengatakan, FPI itu bukan tujuan, FPI itu hanya kendaraan kita. Adapun untuk saat ini, FPI sudah dilarang, kita tinggal ganti kendaraan yang baru,"ujar Ismail Ali kepada TribunKaltara.com , Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Jajaran Idham Azis Beri Ultimatum, FPI Tak Bisa Main-main Meski Berganti Nama, Polisi Tak Akan Diam

Baca juga: Reaksi Jenderal Idham Azis Usai Komunitas Pers Protes Maklumat Kapolri Tentang Larangan Konten FPI

Baca juga: Rekening FPI Diblokir, Aziz Yanuar Duga Uang Digarong Maling, Polisi: Bukan Kewenangan Penyidik

Meski begitu, dia menegaskan pihaknya akan mematuhi apa yang telah menjadi ketetapan pemerintah. Sehingga ia mengatakan pihaknya siap melepas segala atribut yang masih ada.

"Tapi juga perlu diketahui, saat ini kita juga membentuk Front Persatuan Islam . Jadi kita tidak masalah dengan hal seperti itu," katanya

Diketahui Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melibatkan enam menteri dan kepala lembaga, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kapolri , dan Kepala BNPT, tertuang bahwa secara de jure FPI dianggap telah bubar, karena sudah tidak lagi terdaftar di Kemendagri sejak Juni 2019 lalu.

Dia mengakui jika saat ini eks FPI telah mempersiapkan nama baru dan siap kembali manjalankan aktivitasnya.

Mengingat, semua warga negara memiliki hak untuk berserikat dan berkumpul sesuai undang-undang.

Baca juga: Jejak FPI Penjarakan Ahok & Menangkan Anies di Jakarta, Refli Harun Kaitkan dengan GNPF Maruf Amin

Baca juga: Maklumat Kapolri Idham Azis Diprotes Komunitas Pers, Begini Penjelasan Larangan Konten FPI

Baca juga: Tak Cuma Copot Atribut FPI, Polisi Angkut 7 Pemuda di Petamburan ke Polda Metro Jaya Gegara Ini

Terkait legalitas organisasi baru, menurutnya legalitas hanyalah syarat dan bukanlah penghalang bagi organisasi dalam menjalankan kegiatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved