Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Harga Gas Melon di Nunukan Sentuh Harga Rp 70 Ribu Per Tabung, DPRD Minta Pangkalan Nakal Ditindak

Gas Elpiji 3 Kg kembali jadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Penulis: Febrianus Felis
Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Harga tabung gas Elpiji 3Kg di Nunukan, Kalimantan Utara melonjak hingga Rp70 ribu per tabung. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Gas Elpiji 3 Kg kembali jadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Namun, kali ini bukan soal kelangkaan gas melon tersebut, melainkan harga jual gas Elpiji 3 Kg di pangkalan melebihi batas maksimal yang telah disepakati bersama pemerintah daerah.

Diketahui harga jual maksimal yang ditetapkan bersama pemerintah daerah sebesar Rp 18,5 ribu per tabung.

Tak hanya itu, DPRD Nunukan juga menyoroti peruntukkan gas melon yang seharusnya diperuntukkan bagi keluarga miskin, justru terjual dalam jumlah yang banyak kepada pengecer.

Baca juga: Masa Tanggap Darurat Bencana Hingga 17 Januari, BPBD Nunukan: Gedung Ini Dipinjamkan Selama Sepekan

Baca juga: 243 Korban Kebakaran Masih Perlu Bantuan, Lurah Nunukan Utara: Butuhkan Perlengkapan Bayi & Pakaian

Baca juga: Pelaku Pembakaran Rumah di Pasar Inhutani Meninggal Dunia, Berikut Penjelasan Kapolsek Nunukan

Dari pengecer kemudian menjual kembali ke masyarakat dengan harga yang melonjak tinggi.

"Kalaupun penjualan di pangkalan di angka Rp 20 ribu masih terbilang wajar. Dari hasil rapat dua hari lalu dengan aliansi masyarakat peduli Nunukan, banyak Elpiji 3 Kg yang dibeli oleh warga justru ke pengecer bukan ke pangkalan dengan harga Rp 50 ribu per tabung, bahkan ada yang sampai Rp 70 ribu per tabung," kata Wakil DPRD Kabupaten Nunukan, Burhanuddin kepada TribunKaltara.com, Rabu (13/01/2021), pukul 10.00 Wita.

Menurut Burhanuddin, hasil rapat dengan aliansi masyarakat peduli Nunukan dua hari lalu menghasilkan dua kesimpulan yang perlu menjadi atensi pemerintah daerah, termasuk pangkalan gas Elpiji 3 Kg.

Dia menilai pendistribusian gas melon banyak mengalami 'kebocoran', artinya setelah dari pangkalan, banyak oknum ( pengecer ) menjual di luar daripada harga yang menjadi ketentuan pemerintah daerah.

"Kesimpulan rapat ada dua hal, pertama tim pemerintah daerah yang sudah dibentuk lama untuk mengawasi harga termasuk pendistribusian gas Elpiji 3Kg di setiap pangkalan harus bekerja lebih serius. Tindak tegas pangkalan yang 'nakal' artinya menjual di luar harga yang disepakati.

Dan tidak boleh jual ke pengecer harus peruntukkannya untuk masyarakat langsung. Para pengecer juga harus ditindak tegas. Kedua, masih banyak kuota tabung yang keluar masuk dari Nunukan-Sebatik begitupun sebaliknya," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved