Kebakaran di Nunukan

Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Rumah Resmi Ditutup Bupati Nunukan Asmin Laura

Bupati Nunukan Asmin Laura resmi menutup posko tanggap darurat bencana kebakaran rumah di Nunukan yang terjadi sepekan lalu di Inhutani.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Bupati Nunukan Asmin Laura resmi menutup posko tanggap darurat bencana kebakaran rumah di Nunukan yang terjadi sepekan lalu di Inhutani, RT 08 dan RT 10, Kelurahan Nunukan Utara, Kalimantan Utara, Minggu (17/01/2021), pagi. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Bupati Nunukan Asmin Laura resmi menutup posko tanggap darurat bencana kebakaran rumah di Nunukan yang terjadi sepekan lalu di Inhutani, RT 08 dan RT 10, Kelurahan Nunukan Utara, Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Kebakaran itu menghanguskan 62 bangunan rumah, 56 diantaranya merupakan rumah warga dan 6 bangunan lainnya merupakan fasilitas umum seperti Pos Bea Cukai, Pos Polisi, Pos Dishub, dan Pos Perikanan.

Bencana non alam itu membuat 243 jiwa kehilangan tempat tinggal. Tak hanya korban kebakaran, 7 orang lainnya juga mengalami luka bacok akibat penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka pelaku pembakaran rumah.

Baca juga: Masa Tanggap Darurat Kebakaran di Nunukan Berakhir Besok, Begini Reaksi Kadis Sosial

Baca juga: Galang Dana Hingga Rp 14 Juta, Ketua PKS Nunukan Sebut Untuk 3 Wilayah Korban Bencana Alam

Baca juga: Sungai di Malaysia Meluap, 8 Desa di Nunukan Terendam Banjir, 2.752 Jiwa Pilih Bertahan di Rumah

Diketahui, tersangka pelaku pembakaran sekaligus penganiayaan meninggal dunia 2 hari pasca peristiwa mencekam itu terjadi.

Asmin Laura mengatakan, selama sepekan ini sebanyak 32 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di ruko Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) menjadi tanggungan Pemerintah Daerah (Pemda).

Sementara itu, 40 KK lainnya telah mengungsi di tempat keluarga masing-masing.

Kendati begitu, semua korban kebakaran yang sudah terdata di Kelurahan Nunukan Utara akan mendapatkan bantuan sembako dan uang tunai secara merata.

"Karena ini sudah sepekan jadi masa tanggap darurat bencana non alam ini resmi kami tutup. Saya sangat bersyukur sekali banyak bantuan sembako bahkan penggalangan dana dari relawan baik dari Pemda, masyarakat umum, DPRD dan Parpol, perusahaan swasta, BUMN, BUMD, pihak Bank, organisasi masyarakat dan mahasiswa. Semoga bantuan ini menjadi berkah bagi korban dan yang sudah iklas membantu akan dilipatgandakan oleh Allah Swt," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, Minggu (17/01/2021), pukul 11.00 Wita.

Korban yang masih belum memiliki tempat tinggal, Pemda menyediakan Rusunawa yang berkapasitas 200 orang dan 96 kamar untuk ditinggali sementara waktu.

"Saya meminta korban agar bersabar menunggu, semua akan kami persiapkan. Sementara yang belum memiliki rumah, kami sediakan Rusunawa. Mudahan apa yang diberikan hari ini dapat menjadi modal awal untuk memulai kehidupan yang baru. Korban akan diberikan vitamin, masker," ucap Asmin Laura.

Dia mengaku, bantuan anggaran dari Pemda untuk korban kebakaran rumah mengalami hambatan, lantaran adanya sistem penganggaran baru yang harus diterapkan oleh Pemda.

"Karena ini diawal tahun baru ada sistem baru yang harus diterapkan di Pemda dan berlaku di seluruh pemerintahan Kabupaten/ Kota.

Tiga hari lalu saya sudah bersurat kepada Kementrian agar bagaimana kita menggunakan sistem yang lama mengingat situasi dan kondisi di lapangan akan sedikit mendesak dan kita membutuhkan anggaran agar segera disalurkan kepada korban," ujarnya.

Perihal rumah di atas laut yang ludes terbakar api itu, Asmin Laura katakan akan segera dibahas di internal Pemda terlebih dahulu, untuk diputuskan bisa atau tidaknya membangun kembali di lokasi tersebut.

Lokasi rumah yang terbakar berada di ujung dermaga penyeberangan spead boat Nunukan-Sebuku. Dari informasi yang dihimpun lokasi tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

"Kami rapatkan dulu apakah bisa membangun kembali atau tidak. Jadi sementara waktu korban bisa tinggal di Rusunawa. Kalaupun nanti bisa dibangun kembali, sewaktu-waktu Pemerintah mau perbaiki, warga di situ harus bisa relakan," tuturnya.

Baca juga: UPDATE Tambah 4, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 810, 2 Pasien Probable Meninggal Dunia & 3 Orang Sembuh

Baca juga: Aliansi Mahasiswa Perbatasan Gelar Galang Dana Bagi Korban Kebakaran di Nunukan Hingga Rp 17 Juta

Baca juga: Palang Merah Indonesia Nunukan Gelar Program Jumat Berkah Sumbang Darah di Masjid Al Mujahidin

Tak lupa Asmin Laura, sampaikan ucapan terimakasih kasih kepada BPBD, Tagana, PMI, TNI-Polri dan relawan lainnya yang sudah membantu selama masa tanggap darurat.

"Saya ucapkan terimakasih kepada semua yang terlibat selama masa tanggap darurat ini. Tanpa kerjasama kita semua tidak akan sampai seperti sekarang ini," ungkapnya.

Informasi dari BPBD, bantuan sembako ada 35 item dengan jumlah yang berbeda-beda tiap item. Sementara uang dari donatur untuk korban kebakaran sekira Rp133 juta lebih dan masing-masing mendapatkan Rp1,8 juta per KK.

Sekadar informasi, ada 72 KK yang menjadi korban kebakaran. Adapun rincian dari 243 jiwa yakni:

- Laki-laki dewasa: 80 orang.

- Perempuan dewasa: 79 orang.

- Anak laki-laki: 46 orang.

- Anak perempuan: 38 orang.

Hingga berita ini diturunkan, personel BPBD dibantu oleh TNI-Polri, Tagana, PMI, kelurahan setempat dan relawan lainnya untuk membagikan sembako dan uang tunai secara merata kepada 72 KK korban kebakaran.

(*)

( TribunKaltara.com / Felis )

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved