Virus Corona Kaltara

Virus Corona Bertambah 202 Kasus di Kaltara Hari Ini, Semua Asal Tarakan, 5 Pasien Meninggal Dunia

Kasus akumulasi Covid-19 di Kaltara memecahkan rekor baru. Tak hanya pada penambahan akumulasi kasus, namun juga pada korban meninggal.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTIM.COM/HO
ILUSTRASI pasien Covid-19 dimakamkan dengan protokol kesehatan secara ketat. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Kasus akumulasi Covid-19 di Kaltara memecahkan rekor baru. Tak hanya pada penambahan akumulasi kasus, namun juga pada korban meninggal.

Di mana penambahan 202 kasus pada hari ini, menjadikan akumulasi kasus Covid-19 di Kaltara mencapai 7.027 kasus

Penambahan 202 kasus baru positif Covid-19, seluruhnya berasal dari Kota Tarakan, di mana 117 kasus diantaranya berasal dari transmisi lokal.

Baca juga: Listyo Sigit Jabat Kapolri, Anak Buah Prabowo di Nunukan Minta Prioritaskan Perbatasan RI-Malaysia

Baca juga: Pemberlakuan PPKM, Satpol PP Kaltara Sebut Pemberian Sanksi Bukan Tujuan

Baca juga: Jembatan Jelarai Bulungan Akan Ditutup, Warga Desa Sekitar Berencana Buat Tambangan

Selain penambahan kasus baru, terdapat penambahan 5 kasus terkonfirmasi meninggal pada hari ini.

Yakni 4 orang yang berasal dari Kota Tarakan dan 1 orang lainnya berasal dari Kabupaten Malinau.

"Terdapat penambahan 5 kasus konfirmasi meninggal hari ini, semuanya laki-laki dan mengidap pneumonia, usianya untuk warga Tarakan ada yang berusia 55, 44, 70, dan 51 tahun, untuk warga Malinau usia 62 tahun,"
ujar Satgas Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy, Sabtu (30/1/2021).

Penambahan 5 kasus konfirmasi meninggal hari ini menjadikan akumulasi korban meninggal akibat Covid-19 di Kaltara menjadi 101 orang.

Adapun data sembuh bertambah sebanyak 8 orang pada hari ini.

Penambahan data sembuh tersebut, menjadikan akumulasi data sembuh di Kaltara mencapai 4.761 adapun kasus aktif atau yang masih dirawat sebanyak 2.165 orang.

Berbagai langkah terus dilakukan oleh Pemprov Kaltara dalam menekan laju penularan Virus Corona, seperti diberlakukannnya pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

Namun pemberlakukan PPKM, dirasa tidak begitu efektif, mengingat belum adanya aturan mengenai sanksi atau denda bagi pihak yang melanggar.

Tidak adanya sanksi bagi pelanggar, dikonfirmasi oleh pihak Satpol PP Kaltara yang menjalankan sosialisasi dan patroli rutin.

"Memang sanksi bukan tujuan kita, karena itu kewenangan masing-masing kabupaten kota, kami terus melakukan sosialisasi agar warga semakin tersadarkan," ujar Kasatpol PP Kaltara, Heri Kuntjoro.

Pihaknya mengaku kesulitan apabila harus berjalan sendiri meningkatkan kesadaran warga.

"Kami itu terbatas personelnya, makanya saya harap semua pihak terlibat mengingatkan masyarakat, meningkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan, karena ini untuk keselamatan kita semua," tuturnya.

Baca juga: Fenomena Dentuman Misterius Sepanjang Tahun 2021, Tak Cuma Sekali, Benarkah Meteor Jatuh?

Baca juga: Jembatan Jelarai di Bulungan Bakal Ditutup, Kades Terpilih Jelarai Selor Sebut Belum Ada Sosialisasi

Baca juga: Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati Resmi Menikah Hari ini

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved