Sungai Malinau Tercemar

Imbas Sungai Malinau Tercemar, Sebagian Permukiman Belum Mendapat Pasokan Air Bersih, Ini Sebabnya

Imbas Sungai Malinau tercemar, sebagian warga Malinau, Kalimantan Utara belum mendapat pasokan air bersih, PDAM Apa Mening beber penyebabnya

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Cornel Dimas Satrio
TribunKaltara.com / Mohammad Supri
Warga mengambil perbekalan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Lima, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu lalu (10/2/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Imbas Sungai Malinau tercemar, sebagian permukiman waarga di Malinau, Kalimantan Utara belum mendapat pasokan air bersih, PDAM Apa Mening beber penyebabnya.

Perbekalan air bersih di wilayah terdampak dugaan pencemaran sungai di Malinau sebelumnya sempat terputus.

Namun dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Apa Mening yakni IPA Kuala Lapang Kecamatan Malinau Barat dan IPA Malinau kini telah beroperasi kembali.

Air baku telah memungkinkan untuk diolah PDAM Apa Mening, sehingga perbekalan air bersih bisa kembali pasok ke permukiman penduduk.

Polisi Bidik Barang Bukti PT KPUC, Imbas Sungai Malinau Tercemar hingga Rugikan Masyarakat

Sayangnya, hingga pagi hari ini sebagian masyarakat di wilayah Kecamatan Malinau Kota mengeluhkan belum menerima air bersih.

"Katanya sudah jalan, kenapa kami di hilir belum ada. Air belum ngalir di kran rumah warga sini," ujar Rio, Warga desa Malinau Hilir, Jumat (12/2/2021).

Menurut penuturan warga setempat, perbekalan air bersih belum kunjung tersalurkan ke wilayah yang jaraknya relatif jauh dari sumber pengolahan air bersih.

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Manager Infrastruktur dan Product Management PDAM Apa Mening, Sofiansyah mengakui perbekalan seluruh wilayah telah dibuka sejak kemarin.

Kendati demikian, butuh beberapa waktu agar persediaan air bisa tiba di permukiman penduduk.

" Biasanya kalo terjadi penghentian operasional, butuh waktu 2 sampai 3 hari untuk kembali normal di seluruh wilayah pelayanan," ujarnya kepada TribunKaltara.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (12/2/2021).

Sofiansyah menjelaskan, karena penghentian operasi, air di pipa distribusi terkuras habis sehingga butuh waktu agar terisi ulang.

Warga mengambil perbekalan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Lima, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu lalu (10/2/2021).
(TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI)
Warga mengambil perbekalan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Lima, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu lalu (10/2/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) (TribunKaltara.com / Mohammad Supri)

Sungai Malinau Tercemar, Perwakilan KPUC Sampaikan Permintaan Maaf, Usaha Penuhi Tuntutan Masyarakat

Sungai Malinau Tercemar Limbah Tambang, Polda Kaltara Perintahkan Polres Mulai Lakukan Penyelidikan

"Karena pada saat off, kondisi air pada seluruh jaringan pipa kosong, jadi butuh waktu agar terisi kembali," ungkapnya.

Utamanya di wilayah Kecamatan Malinau Kota bagian ujung, distribusi memakan waktu karena melalui sejumlah besar permukiman wilayah kota.

"Mohon bersabar, untuk wilayah ujung, butuh waktu 1 atau 2 hari agar seluruh jaringan pipa kosong terisi kembali," katanya.

Sofiansyah mengatakan pihaknya meminta agar seluruh masyarakat Malinau bersabar dengan kondisi yang dihadapi saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved